Kesulitan Dana, Persikapro Kalah WO

Jumai/ Radar Jember SEPERTI PEMANASAN: Persid menang WO karena tim tamu, Persikapro Probolinggo, tidak hadir di Stadion JSG Ajung, kemarin.

AJUNG – Seperti yang diprediksi sebelumnya, Persikapro Kabupaten Probolinggo benar-benar batal melakoni laga tandang ke Jember. Tanpa surat resmi, Persikapro tidak hadir. Sehingga, Persid dinyatakan menang walk out (WO) atas lawannya itu.

IKLAN

“Sesuai dengan regulasi di Liga 3, bahwa tim yang tidak hadir dinyatakan kalah 0-3 dari lawannya,” tutur Heri Mulyatno, pengawas pertandingan (Match Commissioner) yang memimpin laga. Meski demikian, Heri tidak langsung secara resmi menyatakan Persid menang WO atas Persikapro.

“Saya selaku kepanjangan tangan dari Assprov PSSI Jawa Timur, hanya melaksanakan tugas dan melaporkan. Nanti yang memutuskan adalah Assprov setelah melalui sidang,” jelas Heri.

Tanda-tanda ketidakhadiran Persikapro sebenarnya sudah terdengar sejak beberapa hari lalu. Itu sebabnya, panitia pelaksana (panpel) pertandingan dari pihak Persid sengaja tidak menjual tiket. Namun, sesuai petunjuk Assprov, Panpel Persid tetap menyiapkan pertandingan untuk memenuhi syarat formal. Persikapro juga tidak hadir dalam technical meeting yang digelar malam sebelum pertandingan.

“Ini ketidakhadiran Persikapro yang ketiga kalinya. Sebelumnya, mereka juga tidak hadir di Surabaya (melawan Suryanaga Connection) dan Bondowoso (Persebo Muda Bondowoso),” tutur Heri. Belum ada pemberitahuan resmi yang didapatkan Heri dari Persikapro. Namun, dari informasi yang ia dapat, Persikapro mengalami kesulitan finansial jelang dimulainya putaran kedua, sehingga berniat mengundurkan diri.

“Yang kami dengar, tim Persikapro kesulitan dana, baik untuk laga tandang maupun kandang,” tutur Heri.

Untuk memenuhi syarat formal, pada pukul 15.00 WIB sore kemarin, pemain Persid Jember menendang bola sebagai tanda sudah dilaksanakan pertandingan, meski tanpa kehadiran tim lawan.

Ini merupakan kedua kalinya Persid batal bertanding di putaran kedua. Sebelumnya, pada laga perdana, Persid juga batal bertanding di JSG Ajung karena tim lawan, Persebo Muda Bondowoso, menolak bertanding. Persebo beralasan, penolakannya karena salah satu pemainnya cedera akibat serangan dari kelompok yang tidak dikenal.

Namun, sejauh ini belum diketahui apa putusan dari Assprov PSSI Jawa Timur atas batalnya laga melawan Persebo Muda Bondowoso. “Kabarnya sih dalam minggu ini putusan tersebut turun dan di kirim via surel ke kami. Kemungkinan putusannya ya 2 itu, kita menang WO atau laga ulang,” tutur Edi Purnomo, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) dari pihak Persid Jember.

Sementara itu, Direktur Teknik Persid Jember Rudy William Keeltjes optimistis putusan Assprov PSSI Jatim akan menyatakan menang WO untuk Persid Jember. Peristiwa terlukanya seorang pemain Persebo, menurut Rudy, di luar tanggung jawab Persid karena terjadi di luar stadion. Pihak Persid pun sebelumnya sudah mengantisipasi dengan berulang kali menawarkan pengawalan, namun ditolak oleh pihak Persebo Muda Bondowoso.

“Saya pernah mengalami waktu melatih PSIS Solo bersama Widodo C. Putro sebagai asisten saya. Kami diserang, tetapi kita tetap main. Sportif,” jelas Rudy. Peristiwa yang sama, menurut Rudy, juga pernah dialami oleh Persija Jakarta. (ad/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :