Banyak yang Takut Jarum Suntik

 Pedagang Ikan dan ASN TPI Puger Wajib Rapid Test

ANTISIPASI PERSEBARAN KORONA: Ratusan pedagang ikan, ASN tenaga angkut di TPI Puger harus ikut rapid test. Acara itu bertempat di Aula UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger, Kamis (11/6) kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 (virus korona),  pedagang ikan, ASN tenaga angkut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, dilakukan rapid test. Acara itu bertempat di Aula UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger, Kamis (11/6) kemarin.

IKLAN

Protokol kesehatan benar-benar dilakukan selama rapid test berlangsung. Sebelum memasuki aula, pedagang ikan, ASN, dan masyarakat harus mencuci tangan di depan pintu. Selain itu, semua diharuskan menggunakan masker. ”Pedagang yang tidak menggunakan, petugas yang berdiri di pintu langsung memberi masker,” tutur Hadi Iswanto, Kasi Tata Kelola dan Usaha Pelabuhan pada Kantor UPT PPP Puger.

Menurutnya, rapid test itu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember (Puskesmas Puger) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. ”Sebelum pelaksanaan, petugas PPP Puger sudah memberi imbauan pada semua pedagang ikan yang ada di TPI,” tutur Hadi Iswanto.

Beberapa waktu sebelum rapid test pun, petugas gabungan dari satpol air, polsek, koramil, dan petugas dari PPP Puger mendatangi pedagang ikan yang kebanyakan ibu-ibu. ”Pokoknya pedagang yang tidak menggunakan masker langsung diberi gratis. Sementara, di TPI juga dipasang banner ukuran besar dengan tulisan, Kawasan Wajib Bermasker. Ini untuk mengedukasi warga,” ujar Hadi.

Bukan hanya pedagang ikan yang berjualan di atas lincak, tetapi pedagang yang menggunakan sepeda motor (kebanyakan dari luar Puger) juga harus ikut rapid test. ”Sementara ASN dan tenaga angkut yang ada di TPI Puger ikut dengan kesadarannya sendiri,” pungkas Hadi.

Tanggapan warga cukup positif atas upaya pencegahan korona tersebut. “Saya senang di TPI ada rapid test. Karena tiap hari berada di lapangan dan bertemu banyak orang,”  ujar Halik, 50, warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Sementara Winardi, Camat Puger, mengatakan, rapid test ini tujuannya agar pedagang tetap terjaga kesehatannya. ”Karena pedagang dan karyawan yang ada di TPI ini berhadapan langsung dengan banyak orang. Untuk target memang 100 persen pedagang dan ASN di TPI. Setelah semua tuntas, mereka akan lebih tenang. Mudah-mudahan hasilnya negatif semua,” pungkas Winardi.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meskipun anggota satpol air menyisir untuk mengajak para pedagang untuk rapid test, awalnya banyak yang takut dengan jarum. “Saya sudah dites, Pak. Kening saya kayak disentolop oleh petugas,” tutur Maryatun, pedagang ikan, dengan polos. Maksud dia, pada awal acara memang banyak pedagang yang dites suhu tubuhnya dengan alat khusus.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono