Ramadan, Pengusaha Tahu Kewalahan Order

KEWALAHAN: Ikhsan Khoironi, salah seorang pengusaha tahu asal Dusun Songgon, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, cukup kewalahan pesanan tahu di bulan Ramadan tahun ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ikhsan Khoironi, warga Dusun Songgon, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, sangat bersyukur pada bulan Ramadan tahun ini. Usaha pembuatan tahunya cukup diminati masyarakat, bahkan dia bisa meraup untung dari bisnis tersebut.

IKLAN

Sebelum Ramadan tiba, bisnis pembuatan tahu miliknya sempat ikut terdampak pandemi virus korona. Ikhsan hanya bisa menghabiskan satu kuintal kedelai dengan harga Rp 800 ribu per kuintal. Namun, sekarang dirinya bisa menaikkan harga hingga Rp 820 ribu per kuintal. “Karena pembeli terus datang, sehingga kewalahan untuk menerima orderan,” ujar Ikhsan yang sudah menekuni usahanya selama sepuluh tahun.

Di Dusun Songgon, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, ini hanya terdapat delapan kepala keluarga. Hanya Ikhsan yang memiliki bisnis pembuatan tahu. Dirinya mengaku ketar-ketir saat hendak menaikkan harga, karena daya beli masyarakat yang masih kurang optimal. Namun, ternyata meskipun dinaikkan, ada saja pelanggan yang membeli.

“Kalau dulu sebelum Ramadan harga tahu per kotaknya Rp 40 ribu. Tetapi sekarang dinaikkan menjadi Rp 45 ribu per kotak. Meskipun hanya dinaikkan Rp 5 ribu per kota, ada pelanggan mengaku berat. Tapi kalau tidak dinaikkan, kita yang rugi,” ujar Ikhsan.

Dalam sehari dia menghabiskan bahan baku kedelai hingga satu kuintal. Menurutnya, jelang Lebaran nanti, biasanya pesanan akan semakin banyak. Bahkan, bisa mencapai dua kuintal bahan baku dalam satu kali cetak. “Bulan suci Ramadan ini merupakan bulan yang membawa berkah bagi saya, karena jumlah pembeli semakin banyak, sehingga dengan permintaan yang meningkat ini saya kewalahan,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti