Pedagang Jompo Merugi

SEPI: Salah satu pedagang sedang menunggu pembeli. Pascapenutupan Jalan Sultan Agung sepuluh hari terakhir, aktivitas perdagangan di kawasan itu terus merosot.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bangunan pertokoan Jompo yang ambruk dan membuat Jalan Sultan Agung ditutup hingga saat ini berdampak pada perekonomian warga sekitar. Para pedagang yang berjualan di sisi utara jalan atau di belakang pagar penutup, rata-rata mengalami kerugian cukup signifikan.

IKLAN

Penyebab utama meruginya para pedagang karena terjadinya penurunan jumlah konsumen yang datang ke lokasi tersebut. Sejumlah pedagang menyebut, bila dirata-rata, maka anjloknya pengunjung mencapai sekitar 80 persen. Beberapa di antara toko yang merugi yaitu pedagang jam dinding, toko ikan hias, serta Rien Collection.

Menurut Anang, penjaga toko jam dinding, penurunan drastis jumlah pengunjung terjadi pascapenutupan jalan Sultan Agung sekitar sepuluh hari terakhir sejak ambruknya pertokoan Jompo, Senin (2/3) lalu. “Penurunan pengunjung atau pembeli luar biasa. Hanya tersisa lima persen,” kata pria yang menjaga toko jam dinding tersebut.

Turunnya pengunjung dan pembeli juga dirasakan oleh pedagang ikan hias, tanaman aquarium, serta barang elektronik. Hendra dan Yanto kompak menyebut, pengunjung yang datang hanya tersisa 10 persen dari hari-hari biasanya. “Sepuluh hari ini, yang datang hanya langganan. Tidak ada warga umum yang mampir karena aksesnya ditutup total. Kalau ini terus terjadi, usaha kami bisa mati,” ungkap Yanto.

Kondisi yang tak kalah buruk juga dirasakan oleh para pegawai Rien Collection. Koordinator toko, Aisyah menyatakan, sejak bangunan ambruk, warga yang berkunjung kurang dari 30 persen dibanding hari-hari sebelumnya. “Penurunan pengunjung sejak ditutup 70 persen lebih. Jadi, ya sepi,” ucapnya.

Sepinya pengunjung menurut beberapa pekerja toko di sisi utara Jalan Sultan Agung, dialami oleh seluruh pertokoan yang ada di lokasi sekitar. Bahkan, selepas pertigaan jembatan Jompo, jumlah konsumen yang datang juga mengalami penurunan cukup drastis.

Para pedagang yang ada di sekitar lokasi berharap, ada percepatan pembukaan jalan Jompo tersebut agar para konsumen bisa ramai lagi. Waktu 20 hari, menurut pedagang, cukup lama, mengingat dagangan mereka tak banyak dilirik oleh konsumen. Maklum, sejak jalan itu ditutup, hanya ada satu dua orang yang terlihat berjalan di trotoar depan pertokoan tersebut.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih