alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Dewan Minta Sopir Ambulans Netral

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun ini menjadi tahun politik bagi Jember. Untuk itu, netralitas para pegawai di lingkungan Pemkab Jember harus benar-benar dijaga. Salah satu yang menjadi bahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember yakni terkait netralitas para sopir ambulans.

Dalam RDP yang membahas tentang perkembangan dunia kesehatan serta wabah korona, anggota dewan Ardi Pujo Prabowo tiba-tiba mempertanyakan netralitas sopir ambulans yang ada di Jember. “Saya melihat sopir ambulans puskesmas-puskesmas ada yang tidak netral. Ini penting saya sampaikan, karena mereka juga digaji dari pemerintah. Jangan sampai mereka tidak netral,” ucap Ardi.

Menurutnya, Dinas Kesehatan perlu melakukan langkah seperti membuat surat resmi yang menekankan sikap netral para sopir ambulans. “Saya minta Dinkes memberi penegasan agar semuanya tetap bekerja dengan baik dan tidak ikut-ikutan berpolitik,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ardi pun mengaku akan memberikan beberapa bukti terkait sopir ambulans yang diduga tidak netral tersebut. “Nanti akan langsung saya japri ke Ibu. Saya harap, sopir ambulans tetap netral,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai penyampaian informasi wabah korona, anggota dewan Dannis Barlie Halim meminta agar informasi perkembangan Covid-19 langsung disampaikan Dinkes. “Kalau informasinya melalui Diskominfo, maka sangat lama dan tidak menguasai terkait kesehatan,” paparnya. Menurutnya, hal-hal penting berkaitan dengan korona serta tentang kesehatan lain bisa langsung ditangani oleh Dinkes.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinkes Dyah Kusworini menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada semua pegawai agar bekerja dengan baik. “Kami sudah mengeluarkan imbauan pada semua pelaksana pelayanan kesehatan untuk mengikuti ketentuan yang ada,” paparnya.

Ditanya jika sampai ada sopir ambulans yang tidak netral, dirinya menegaskan hal itu bisa dilaporkan. “Monggo dilaporkan. Kalau disertai bukti, nanti akan diproses oleh inspektorat,” tegas Dyah.

Sementara itu, kaitan dengan penyampaian informasi tentang korona, dia mengungkap hal itu sudah berjalan sejak lama, yaitu sejak dibentuknya Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Tugasnya sudah ada sendiri-sendiri. Dinkes itu menangani urusan kesehatan. Untuk informasi, ditangani Diskominfo,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun ini menjadi tahun politik bagi Jember. Untuk itu, netralitas para pegawai di lingkungan Pemkab Jember harus benar-benar dijaga. Salah satu yang menjadi bahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember yakni terkait netralitas para sopir ambulans.

Dalam RDP yang membahas tentang perkembangan dunia kesehatan serta wabah korona, anggota dewan Ardi Pujo Prabowo tiba-tiba mempertanyakan netralitas sopir ambulans yang ada di Jember. “Saya melihat sopir ambulans puskesmas-puskesmas ada yang tidak netral. Ini penting saya sampaikan, karena mereka juga digaji dari pemerintah. Jangan sampai mereka tidak netral,” ucap Ardi.

Menurutnya, Dinas Kesehatan perlu melakukan langkah seperti membuat surat resmi yang menekankan sikap netral para sopir ambulans. “Saya minta Dinkes memberi penegasan agar semuanya tetap bekerja dengan baik dan tidak ikut-ikutan berpolitik,” tuturnya.

Ardi pun mengaku akan memberikan beberapa bukti terkait sopir ambulans yang diduga tidak netral tersebut. “Nanti akan langsung saya japri ke Ibu. Saya harap, sopir ambulans tetap netral,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai penyampaian informasi wabah korona, anggota dewan Dannis Barlie Halim meminta agar informasi perkembangan Covid-19 langsung disampaikan Dinkes. “Kalau informasinya melalui Diskominfo, maka sangat lama dan tidak menguasai terkait kesehatan,” paparnya. Menurutnya, hal-hal penting berkaitan dengan korona serta tentang kesehatan lain bisa langsung ditangani oleh Dinkes.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinkes Dyah Kusworini menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada semua pegawai agar bekerja dengan baik. “Kami sudah mengeluarkan imbauan pada semua pelaksana pelayanan kesehatan untuk mengikuti ketentuan yang ada,” paparnya.

Ditanya jika sampai ada sopir ambulans yang tidak netral, dirinya menegaskan hal itu bisa dilaporkan. “Monggo dilaporkan. Kalau disertai bukti, nanti akan diproses oleh inspektorat,” tegas Dyah.

Sementara itu, kaitan dengan penyampaian informasi tentang korona, dia mengungkap hal itu sudah berjalan sejak lama, yaitu sejak dibentuknya Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Tugasnya sudah ada sendiri-sendiri. Dinkes itu menangani urusan kesehatan. Untuk informasi, ditangani Diskominfo,” pungkasnya.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca