KTNA: Naikkan Saja Harga Pupuk

Alternatif Pemenuhan Kuota Pupuk Subsidi

NADI PETANI: Stok pupuk subsidi di gudang Pupuk Kaltim di Bangsalsari, pada awal tahun kemarin. Pupuk subsidi yang hampir habis di tengah musim tanam, membuat KTNA mengusulkan HET pupuk subsidi dinaikkan agar kuota pupuk subsidi bisa bertambah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan pupuk bersubsidi menjadi nyawa tersendiri bagi petani. Namun kuota pupuk subsidi yang hampir habis, membuat para petani kelimpungan. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pun mengusulkan HET pupuk lebih baik dinaikkan, daripada tidak ada penambahan kuota pupuk bersubsidi.

IKLAN

Ketua KTNA Jember Sucipto mengatakan, dalam video telekonferensi rembuk utama KTNA nasional awal Juni lalu, ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan bersama. Salah satunya adalah bagaimana sektor pertanian harus tetap berproduksi untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi korona. Termasuk bagaimana memanfaatkan tanah pekarangan untuk menambah keanekaragaman pangan keluarga.

Di sisi lain, kondisi pupuk subsidi tidak sesuai harapan. Agar alokasi pupuk subsidi terpenuhi, maka KTNA setuju harga pupuk subsidi itu dinaikkan. Dengan kisaran antara Rp 300-Rp 500 per kilogram. Harapannya, melalui langkah ini ketersediaan pupuk menjadi lancar, cukup, dan terpenuhi.

Dia mengaku, disparitas harga pupuk subsidi dengan nonsubsidi juga jauh. Pilihan pupuk dengan harga di bawah nonsubsidi juga tidak ada. “Kalau HET dinaikkan, setidaknya beban pemerintah untuk subsidi dikurangi. Tapi dengan harapan, ada tambahan alokasi pupuk subsidi,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Staf Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Yudi Indrawan kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, kuota pupuk subsidi di Jember memang berkurang dibanding tahun sebelumnya. Sementara, kebutuhan pupuk terus meningkat seiring menjelang musim tanam. “Kami mengusulkan ada tambahan di provinsi,” tutur dia.

Pihaknya mengajukan realokasi pupuk subsidi tahap kedua pada pemprov. Namun, kapan akan dan berapa kuota yang akan diberikan, masih belum diketahui. “Besaran tergantung besaran ERDKK yang kami usulkan, yakni 74.000 ton,” tutur dia.

Yudi juga mengingatkan kepada kios pupuk agar tak sembarangan menaikkan harga, termasuk dengan menerapkan sistem paket. “Sanksinya kalau menaikkan harga bisa pengurangan kuota, dialihkan pada kios lain,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa tahapan sanksi yang diterapkan pada kios. Pertama adalah pembinaan. Namun, bila sanksi tersebut tidak diindahkan, maka ada sanksi khusus dari distributor dan dinas. Yakni akan dicoret dari distributor sehingga tidak bisa beroperasi lagi.

Yudi mengatakan, pihaknya melalui petugas verifikasi dan validasi pupuk melakukan pengawasan. Petugas tersebut juga berfungsi memberikan pemahaman pada kios agar tidak menaikkan harga.

Asisten AccountExecutive PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Jember Nursalim menyebut, alokasi pupuk urea bersubsidi 2019 lalu mencapai 90.975 ton. Dan sekarang turun jadi 46.975 ton. Jumlah tersebut, kata Nursalim, adalah tertinggi se-Indonesia untuk pupuk urea subsidi. “Paling besar itu Jember. Karena Jember pertaniannya bagus dan penyumbang terbesar,” jelasnya.

Stok pupuk urea bersubsidi di gudang Pupuk Kaltim yang berada di Jember, lanjut dia, juga aman. Walau begitu, pihaknya masih belum bisa menyalurkan pupuk subsidi tersebut. “Kami menyalurkan pupuk subsidi itu sesuai dengan alokasi yang tetapkan pemerintah. Setiap bulannya juga ada berapa alokasi yang dikeluarkan,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Dwi Siswanto