Ajak Seniman Lebih Kreatif

Buat Video Pembacaan Puisi

PRODUKTIF: Ketua Sanggar Seni Kartika Budaya, Enys Kartika SPd bersama para anggotanya dalam pembuatan video pembacaan puisi, belum lama ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebih dari dua bulan sudah kesenian di Kabupaten Jember mandek jegrek alias tak bisa apa-apa di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Biasanya, hampir setiap minggu ada saja pagelaran seni di berbagai penjuru Jember. Baik seni budaya per daerah maupun kesenian kampus. Namun, kini terpaksa vakum. Banyak pegiat seni yang tak bisa mencari nafkah melalui kreativitasnya di panggung seni dan budaya.

IKLAN

Tetapi tak semua lantas berdiam diri. Menyikapi hal tersebut, ada bentuk semangat yang digaungkan oleh salah seorang seniman asar Desa Ambulu. Yakni, seniman di Sanggar Seni Kartika Budaya. Mereka membuat sebuah video pembacaan puisi untuk mengajak para seniman di Jember supaya tetap produktif meski tersandung Covid-19.

Ketua Sanggar Seni Kartika Budaya, Enys Kartika SPd menuturkan, seniman berusaha harus tetap berekspresi, berkreasi, dan berkarya pada situasi dan kondisi apa pun. Berbagai situasi dan kondisi seharusnya mampu ditangkap oleh seniman sebagai sumber kreativitas. “Dengan demikian, karya seniman tidak akan pernah habis,” ujarnya.

Salah satunya dilakukan dalam pembuatan visualisasi puisi berjudul Dredah. Dalam video yang diunggah di Youtube tersebut, Enys beserta anggotanya membuat sebuah video pembacaan puisi Jawa. “Puisi itu menggambarkan situasi masyarakat saat ini yang dirundung duka dan kegalauan bahkan kekacauan dengan adanya wabah Covid-19 yang tidak kasat mata, tetapi nyata dan membawa korban nyawa,” jelas warga Perumahan Bumi Ambulu Permai, Dusun Krajan, Desa Ambulu, itu.

Bagi masyarakat yang sadar, lanjut dia, mereka akan dapat mengambil hikmahnya. Bahwa apa pun yang berakibat pada manusia sebenarnya diakibatkan juga oleh manusia. “Yang terpenting adalah introspeksi diri, berbuat yang terbaik untuk diri, dan negeri serta selalu mendekatkan diri pada Illahi,” lanjutnya.

Enys memaparkan, hal yang ingin disampaikan dalam puisi tersebut adalah untuk mengingatkan manusia agar tidak menyalahi kodratnya sebagai penjaga dunia, bukan malah merusak dunia dengan memusnahkan makhluk lain dengan kerakusan. “Mengingatkan manusia agar selalu ingat kepada Tuhan Yang Mahakuasa, serta menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya,” imbau wanita kelahiran Blitar, 3 Mei 1975 tersebut.

Dalam keadaan apa pun, Enys mengimbau para seniman di Jember untuk tetap berkreasi sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Dengan demikian, dunia seni tidak akan pernah sepi apalagi mati. “Mari lebih kreatif, misalnya mengembangkan pembacaan puisi. Dari berbagai macam bahasa, dan dikreasi agar lebih indah dan menarik,” pungkasnya.

Reporter : mg1

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti