Selama 2019, Ribuan Keluarga Terdampak Bencana

Jumlah Kejadian 286 Kali27 Orang Luka, 3 Meninggal

WASPADA BENCANA: Petugas BPBD Jember sedang mengangkat kayu yang roboh akibat terjangan angin di selatan Kantor Kecamatan Ajung, Februari tahun lalu. Selama 2019, tercatat ada 286 kali kejadian bencana, terbesar adalah angin puting beliung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wilayah Jember rentan terdampak bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung, kebakaran, kebakaran hutan dan lahan, hingga kekeringan. Tak hanya itu, beberapa wilayah juga rawan mengalami abrasi dan gempa bumi. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada. Terlebih, saat ini telah memasuki musim penghujan. Sebab, mayoritas bencana di Jember disebabkan aktivitas hujan atau yang disebut bencana hidrometeorologi.

IKLAN

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan, dari sekian banyak bencana selama 2019, terhitung ada 286 kejadian. Paling banyak bencana itu terjadi pada musim penghujan. Menurut Heru, adanya hujan tidak hanya berdampak pada bencana banjir atau banjir bandang saja. Di samping itu, juga ada bencana angin kencang, puting beliung, dan tanah longsor.

Dari keseluruhan bencana, kata dia, bencana angin baik kencang atau puting beliung yang paling banyak, yaitu 86 kejadian (selengkapnya, lihat grafis). Dia menjelaskan, ratusan bencana yang terjadi memberi dampak terhadap 7.348 keluarga terdampak. “Untuk jumlah korban ada 27 orang luka-luka dan tiga meninggal dunia,” tuturnya.

Tak hanya korban manusia, bencana juga menimbulkan kerugian harta benda. Sepanjang 2019 tercatat, jumlah rumah rusak ada 644 unit. Di antaranya 405 rumah mengalami rusak ringan, 163 rumah rusak sedang, dan 76 rumah rusak berat. Beberapa infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan. “Jumlah infrastruktur yang rusak ada 54 unit,” jelasnya. Dia memerinci, ada delapan dinding penahan rusak, satu jalan umum, satu jembatan, 20 unit fasilitas pendidikan atau sekolah, 18 tempat ibadah, dan enam fasilitas kesehatan.

Tingginya masyarakat yang terdampak bencana membuat sejumlah pihak siap siaga. Kemarin (10/1), beberapa unsur seperti BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan, menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Makodim 0824 Jember.  Semuanya bersepakat untuk bahu-membahu dalam kedaruratan bencana.

Dandim Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin mengatakan, gelar apel seperti ini untuk melihat sampai sejauh mana kesiapan dari semua unsur dalam menghadapi bencana. “Bencana itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sehingga koordinasi sangat diperlukan,” tuturnya.

Dia menambahkan, pada pekan ini terdapat prediksi intensitas hujan semakin tinggi. Kata dia, banjir bandang bisa terjadi di Kota Jember ini. Sehingga, dia memerintahkan kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang berasal dari unsur TNI untuk selalu bersinergi dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang berasal dari Polri. “Kemudian juga dengan unsur-unsur yang ada di wilayah masing-masing,” tandasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih