Nenek Sumirtuk Ternyata Ngapusi

- Membuat laporan palsu ke polisi - Mengaku dianiaya, lalu diperkosa - Rupanya modus untuk menghindari utang 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan kejadian seorang nenek asal Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, yang ditemukan tergorok lehernya pada 4 Desember 2019 lalu? Ealah, ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, kejadian itu palsu. Laporan yang korban berikan juga ngapusi. Kasusnya pun kembali ditangani polisi. Bahkan, nenek itu langsung dijadikan tersangka karena membuat laporan palsu.

IKLAN

Nenek yang membuat heboh tersebut adalah Sumirtuk. Usia nenek ini 60 tahun. Rupanya, dia nekat membuat laporan palsu hanya karena untuk mengelabui jika selama ini Sumirtuk terlilit utang.

”Untuk mengelabui orang yang ngutangi dirinya, korban bikin laporan palsu pada polisi. Dia mengaku telah dianiaya, bahkan diperkosa di ruang tamu rumahnya,” kata Kapolres Jember AKBP Allfian Nurrizal kepada wartawan saat menggelar rilis, Jumat (10/1) siang kemarin.

Alfian menjelaskan, hasil dari olah TKP disimpulkan, di situ memang ada bercak darah di pakaian maupun di atas seprai tempat tidur. Darah tersebut memang milik Sumirtuk. Tapi setelah dilakukan pengecekan (visum), tidak ada indikasi kejahatan seksual.

“Kami melakukan olah TKP secara mendalam,” ujarnya. Setelah dilakukan interogasi dengan pemeriksaan secara intensif, akhirnya yang bersangkutan mengakui bahwasan dia nekat melakukan hal itu karena soal utang piutang sebanyak Rp 10 juta,” jelas kapolres.

Korban saat ini dijadikan tersangka karena telah membuat pengaduan palsu. Dia dijerat pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.

Dalam kesempatan tersebut Sumirtuk menyampaikan permohonan maaf pada seluruh masyarakat Jember dan kepada pihak kepolisian, karena telah memberikan laporan palsu. “Saya sangat menyesal dengan apa yang telah saya lakukan dengan membuat laporan palsu, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi, dengan apa yang telah saya perbuat sekarang ini,” pungkas Sumirtuk.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono