Update Mitigasi Bencana melalui Radio

Usung Misi Sosial melalui Program Kentongan

BERSINERGI: Direktur Utama LPP RRI Mohammad Rohanudin (tengah) didampingi oleh sejumlah Jajaran Lingkup Korwil Nusantara X saat meresmikan Program Kentongan di Aula RRI Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

RADAR JEMBER.ID – Sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Nasional melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Jember membentuk program Kentongan. Yakni program penyiaran seputar bencana alam dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan.

IKLAN

Direktur Utama LPP RRI Mohammad Rohanudin mengatakan, program Kentongan  merupakan langkah atau mitigasi bencana dalam mempersiapkan masyarakat saat terjadi gempa. Masyarakat akan diberikan edukasi melalui siaran. Terutama mereka yang berada di kawasan bibir pantai dan daerah pegunungan berapi. “Jepang itu negara yang paling prepare untuk penanggulangan bencana. Berbeda dengan negara kita dalam menanggapi bencana. Kesadaran mereka perlu mendapat perhatian semua pihak. Salah satunya oleh media radio,” katanya.

Dia menilai, masyarakat sangat membutuhkan  informasi tentang mitigasi bencana. Untuk itu, RRI Jember telah melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga pemerintahan lainnya. Seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Informasi itu nanti akhirnya akan terkumpul di RRI. Akan menjadi satu-satunya lembaga penyiaran yang terus-menerus menyiarkan siaran mitigasi bencana,” terangnya.

Meskipun menjadi salah satu program perdana, pihaknya selama ini selalu menyiarkan seputar bencana. Hanya saja, kali ini lebih teroragnisasi karena melibatkan banyak institusi yang memiliki kewenangan untuk mengumumkan itu semua.

Sebagai lembaga penyiaran publik, lanjutnya, RRI memiliki tugas besar mengedukasi masyarakat. Dengan 105 stasiun penyiaran dan sekitar seratus biro di seluruh Indonesia, ditambah delapan biro yang ada di luar negeri, diyakini akan berjejaring dalam menyiarkan informasi untuk masyarakat. “Kami nanti akan membangun lima pemancar digital radio mondaier. Keistimewaannya, walaupun radio mati di masyarakat, namun saat ada informasi dari BMKG, pada titik tertentu radio itu akan hidup. Semisal terjadi gempa, radio itu akan hidup dengan sendirinya,” paparnya.

Program Kentongan itu diharapkan bisa membantu  masyarakat luas, terutama yang tinggal di daerah pinggiran pantai dan daerah gunung berapi, dalam mendapatkan informasi memadai seputar mitigasi bencana. “Bahkan di-update setiap hari pada pukul 18.00 sampai dengan 20.00 WIB. Namun, jika informasinya dirasa cukup penting, pihaknya bisa menyiarkan hingga sepanjang hari.

“RRI itu juga harus proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat. Karena hal itu dirasa sangat dibutuhkan informasinya. Ini butuh waktu yang panjang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi