Nanda Setiawan, Calon Kades Dukuhmencek 2019-2025

Layani Warga dengan Sepenuh Hati

CALON PETAHANA: Nanda Setiawan (Pak Wawan) akan duel dengan istri sendiri dalam Pilkades Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, akhir September 2019. (NANDA SETIAWAN FOR RADAR JEMBER)

RADAR JEMBER.ID – Jabatan kepala desa hanya sebuah pengabdian. Tekad itulah yang ingin ditanamkan Nanda Setiawan SE, Calon Kepala Desa (Cakades) Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, periode 2019-2025 ini.

IKLAN

Dalam pilkades gelombang ke-4, 26 September nanti, calon petahana yang biasa dipanggil Pak Wawan ini harus bertarung dengan istrinya sendiri, Tutut Darma Yudhanti. ”Saya nggak ingin muluk-muluk. Semua yang kami lakukan hanyalah untuk warga,” jelasnya, kemarin.

Pak Wawan adalah salah satu tokoh sentral di desa tersebut. Selama menjabat kades, banyak persoalan-persoalan riil yang dia temui di lapangan. Misalnya, meski desa sudah menyediakan mobil ambulans, ternyata banyak warga yang lebih suka memakai mobil pribadi untuk mengangkut warganya yang sakit.

Jadilah, mobil pribadi miliknya lebih sering berfungsi sebagai ambulans cadangan bagi warga. ”Kayaknya warga yang sakit ini jika berobat atau dirujuk ke RS lebih nyaman pakai mobil biasa,” selorohnya. Tapi kalau ada warga ingin pakai ambulans, juga nggak apa-apa. Saya fleksibel saja,” lanjutnya.

Tak heran, kadang sampai tengah malam pun banyak warga yang datang padanya untuk sekadar minta tolong pinjam mobil. Bahkan, jika ada warga yang tidak mampu, justru Pak Wawan sendiri yang menyediakan BBM-nya. ”Karena saya ingin sepenuh hati melayani warga,” katanya.

Selama menjabat Kades Dukuhmencek, banyak terobosan yang berhasil dia lakukan. Enam tahun menjabat, banyak prestasi ditorehkan. Paling fenomenal adalah menyulap lapangan di belakang balai desa menjadi pusat olahraga. Ada empat fasilitas cabor dalam satu titik lapangan. Yakni lapangan voli, futsal, badminton, dan basket. Belum lagi jogging track yang mengelilingi lokasi strategis itu. Jadilah, lokasi itu sebagai sentra warga Desa Dukuhmencek. Bahkan, titik di sebelah selatan akan dijadikan sarana bermain anak-anak.

Dulunya, sentra ini merupakan lapangan sepak bola. Kini, lapangan akan bola pindah ke sebuah lahan yang lebih luas, di belakang Polsek Sukorambi. ”Sekarang tanahnya sudah diratakan. Dengan ukuran standar sepak bola,” jelas Pak Wawan. Rencananya, sentra olahraga ini akan terintegrasi dengan kuliner, untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat desa.

Banyak program lain yang ingin digalakkannya. Di antarnya, PAUD akan dimaksimalkan. Apalagi ada dua PAUD yang belum punya gedung. Sementara itu, Pustu dan Polides sudah lengkap, hanya saja bangunan Polindes perlu direhabilitasi.

Di bidang ekonomi, Pak Wawan terobsesi untuk lebih menggalakkan UMKM. Utamanya, memaksimalkan kerajinan berupa anyaman bambu dengan mengadakan pembinaan dengan menggandeng Disperindag. ”Berikutnya, BUMDes akan kami jalankan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hadi Sumarsono

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono