Ujian Daring, Siswa SD Kesulitan Pakai HP

BERKELOMPOK: Suasana sejumlah siswa yang mengerjakan ujian semester hari terakhir secara daring di rumah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian semester genap sekolah dasar secara daring rupanya cukup membuat para siswa dan orang tua kalang kabut. Khususnya mereka yang berada di kawasan pelosok. Sebab, tidak semua siswa dan orang tuanya memiliki gawai.

IKLAN

Seperti siswa SDN Sumberejo 5, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Dari puluhan siswa yang ada di tiap kelas, yang mempunyai ponsel sendiri bisa dihitung dengan jari. Tak jarang, siswa yang ingin mengerjakan soal ujian harus menunggu orang tuanya pulang kerja.

Salah satunya Devan Lintang Prayoga, siswa kelas V yang harus mengerjakan soal secara berkelompok dengan tiga kawannya di rumah. Meskipun ketiga temannya mempunyai ponsel, justru paket internetnya yang habis. Sehingga harus bergantian satu sama lain.

Hal serupa juga terjadi pada siswa kelas IV yang berjumlah 26 anak. Hanya 19 siswa yang memiliki ponsel. Akibatnya, mereka juga mengerjakan soal ujian secara kelompok untuk mengerjakannya. “Bahkan, ponsel yang dibawa itu juga bukan milik sendiri, tetapi milik orang tuanya,” tutur Kepala SDN Sumberejo 5 Muhammad Samsul Hadi.

Kesulitan lain yang dialami adalah ketika orang tuanya sedang pergi membawa HP. Hal ini mengakibatkan siswa harus menunggu dulu untuk mengerjakan ujian semesternya. “Mereka baru bisa mengejakan soal ujian pada sore dan malam hari, karena harus menunggu orang tuanya datang. Waktu mengisi soal ujian daring ini memang kita bebaskan, pokoknya ada waktu 24 jam bisa diserahkan ke guru,” terangnya.

Sementara, untuk memantau siswa yang mengerjakan soal jawaban di rumah, para guru datang ke kelompok-kelompok siswa. Ada juga memantau dari komputer dan laptop di sekolah maupun di rumah masing-masing. “Tetapi yang paling banyak guru itu memantau dari sekolah, karena sewaktu-waktu ada saja wali murid yang datang ke sekolah,” imbuh Samsul.

Menurut Samsul, saat siswa membutuhkan paket internet untuk mengerjakan soal ujian, pihaknya membantu lewat biaya operasional sekolah.

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: Jumai, Lintang Anis Bena Kinanti
Fotografer: Jumai