Buritan Perkampungan Perlu Dipercantik

KUMUH: Tampilan belakang rumah warga di seberang sungai Jompo patut disentuh untuk mendukung perbaikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pertokoan Jompo ambruk dan dirobohkan, nuansa kumuh cukup terlihat. Pemandangan itu ada di bangunan belakang rumah warga, tepatnya di seberang sungai Jompo. Jika benar bekas bangunan 31 ruko tersebut akan dibuat taman, maka tidak salah ada sentuhan kepada tembok-tembok warga yang terlihat kotor tersebut.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, bangunan belakang rumah warga banyak yang ditumbuhi rumput. Ada pula tempat pembuangan sampah liar. Bahkan, peralatan masak seperti wajan, timba, dan beberapa peralatan dapur lainnya terpampang jelas ketika dipandang dari jalan raya.

Nah, pemandangan itulah yang menurut beberapa warga juga perlu disentuh agar semakin cantik. Ini untuk mendukung kabar akan dibangunnya taman atau dikenal dengan ruang terbuka hijau. “Kabarnya mau dibuat taman. Saran saya, tembok belakang rumah warga dibersihkan. Paling tidak, dicat untuk mendukung keindahan taman,” kata Syafii, salah seorang warga yang sempat melihat pembersihan di sekitar lokasi Jompo.

Pembangunan pascaambruk dan dirobohkannya bangunan, menurutnya, patut mempertimbangkan keindahan demi memperelok wajah Kota Jember. Dikatakannya, bangunan ambruk tersebut juga bisa dijadikan pelajaran bahwa membuat bangunan di atas dan di sempadan sungai sangatlah berbahaya.

“Usul saya sebagai warga biasa, kalau perlu ada monumen yang mengingatkan bahwa di situ tempat bangunan ambruk. Dengan begitu, kalau nanti benar-benar jadi taman, maka warga bisa melihat monumen itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Kementerian PUPR Ahmad Subqi menjelaskan, pembersihan di lokasi bekas bangunan pertokoan itu masih terus digarap. Hal itu dilakukan untuk dibangun kembali dengan tujuan mengembalikan fungsi jalan, fungsi sungai, dan rencananya akan pula dibuat taman.

Subqi menyebut, untuk rencana pembangunannya, termasuk rencana pembangunan taman, masih dalam tahap pembahasan bersama banyak pihak. “Desainnya masih disusun,” ungkap Subqi, kemarin (9/3).

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih