50 Anggota DPRD Segera Dilantik

Gugatan Perindo Ditolak MK

TUNTAS: Komisioner KPU Jember menyaksikan sidang putusan MK atas gugatan Partai Perindo di Fakultas Hukum Jember

RADAR JEMBER.ID – Babak akhir penentuan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (7/8) malam. Gugatan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) terhadap KPU Jember ditolak secara keseluruhan. Dengan demikian, perolehan suara pada Pemilu 17 April 2019 lalu tidak berubah.  Sebanyak 50 anggota DPRD terpililih bakal segera ditetapkan.

IKLAN

Komisioner KPU Jember Desi Anggraeni menjelaskan, saat sidang putusan, Komisioner KPU Jember menyaksikan melalui video conference di Fakultas Hukum Universitas Jember. “Sempat memantau putusan PHPU melalui tayangan langsung MK TV di Unej,” katanya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim MK menolak gugatan pemilu legislatif yang dilayangkan Perindo. Gugatan yang menyebut ada selisih suara di Kecamatan Sumbersari tidak terbukti. Permohonan agar dilakukan penghitungan suara ulang di Sumbersari pun ditolak.

Setelah putusan MK atas gugatan Perindo tersebut, kini tidak ada lagi kasus hukum yang harus dihadapi KPU Jember. “Amar putusan MK, majelis hakim menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dan menunggu keputusan KPU RI,” jelas perempuan yang membidangi Divisi Hukum KPU Jember tersebut.

Dengan selesainya kasus hukum itu, KPU Jember langsung menggelar rapat untuk persiapan penetapan anggota DPRD Jember terpilih periode 2019-2024. Rapat itu langsung dipimpin Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in.

Syai’in menyebut, rapat dilakukan guna penyiapan dokumen sebagai syarat administrasi 50 orang yang terpilih menjadi anggota DPRD Jember. “Kami masih tetap menunggu surat keputusan (SK) KPU RI,” tegasnya.

Begitu SK dari pusat terbit, maka nama-nama 50 orang akan segera ditetapkan. “Penetapan anggota DPRD kabupaten/kota terpilih paling lambat lima hari setelah surat KPU RI diterima KPU kabupaten/kota. Sampai saat ini kami masih menunggu,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih