Nelayan Serahkan Alat Tangkap Lobster

Demi Kelestarian Sumber Daya Kelautan

DIBAKAR SEMUA: Puluhan nelayan Puger saat melakukan pemusnahan dengan membakar alat tangkap benih lobster di Pancer, Puger.

RADAR JEMBER.ID – “Dengan ini, kami nelayan Puger berkomitmen untuk menggunakan alat tangkap yang tidak mengganggu kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan demi anak cucu kami”. Kalimat ini dibacakan oleh Rofik, salah satu nelayan Puger, sebelum menyerahkan alat penangkap benih lobster kepada petugas berwenang. Demi melestarikan lingkungan, para nelayan menyerahkan alat penangkap benih lobster sekaligus membakarnya di hadapan nelayan dan petugas.

IKLAN

Puluhan nelayan Puger yang biasa menangkap benih lobster menyerahkan alat tangkapnya secara sukarela kepada petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benoa di Pancer, Puger. Alat-alat tersebut diserahkan kepada petugas untuk dimusnahkan, Kamis (8/8) siang kemarin. Kegiatan itu dihadiri Ndaru Ismiarto, Kepala Pangkalan PSDKP Benoa serta AKP Hari Pamuji, Kasatpol Air Polres Jember di Puger, dan puluhan perwakilan nelayan yang ada di Puger.

AKP Hari mengatakan, penyerahan alat tangkap benih lobster untuk dimusnahkan ini merupakan wujud nelayan sadar hukum. Langkah ini dilakukan nelayan setelah mendapat sosialisasi tentang penangkapan benih lobster. “Sebanyak 20 alat tangkap benih lobster dari nelayan diserahkan secara sukarela dan langsung dimusnahkan secara bersama-sama, “ujar Hari.

Hal ini sejalan dengan UU Perikanan serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam keterangan peraturan menteri tersebut diatur bahwa penangkapan dan/atau pengeluaran lobster dari Wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dengan ketentuan tidak dalam kondisi bertelur, dan berukuran panjang karapas di atas 8 sentimeter atau berat di atas 200 gram per ekor.

Kepala Pangkalan PSDKP Benoa Ndaru Ismiarto juga kembali memberi penegasan terkait aturan pelarangan penangkapan benih lobster kepada nelayan di wilayah tersebut. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti