Penyelidikan Angket Dilanjutkan Jumat

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemanggilan terhadap sejumlah pejabat yang rencananya digelar hari ini (9/1), ditunda Jumat (10/1) besok. Pada penggunaan angket ini, anggota dewan mengharapkan mereka yang dipanggil kooperatif dan hadir dalam rapat penyelidikan terhadap dugaan kasus pelanggaran undang-undang.

IKLAN

Ketua panitia angket, Tabroni menjelaskan, para pejabat yang telah dipanggil selayaknya hadir karena penyelidikan tersebut telah dijamin oleh undang-undang. “Mereka yang kemarin tidak hadir sudah kami panggil lagi dan permintaan keterangan akan digelar Jumat,” ucapnya.

Pemanggilan terhadap sejumlah orang menurutnya tetap dibagi menjadi dua kelompok kerja (pokja). Yaitu, pokja satu yang menangani kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja (KSOTK). Pokja dua menangani pengadaan barang dan jasa. “Pejabat yang kami panggil tentu adalah mereka yang berkaitan dengan hal itu. Selain pejabat, akademisi, warga, dan pihak-pihak lain juga banyak yang dipanggil,” katanya.

Tidak hadirnya sejumlah pejabat pada pemanggilan pertama, menurutnya bukan menjadi persoalan. Masih ada agenda pemanggilan kedua. “Kalau tidak hadir lagi, maka pemanggilan yang ketiga disertakan dengan pemanggilan paksa. Itu juga dijamin undang-undang,” paparnya.

Tabroni menyebut, semua pihak harus saling menghormati. Apalagi, keberadaan hak angket sebagai bagian dari pengawasan terhadap kemungkinan adanya kebijakan yang salah dan menabrak undang-undang. “Fungsi pengawasan yang hari ini dilakukan dewan berupa angket. Ini lahir berdasar undang-undang. Sehingga siapa pun harus patuh,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, untuk memperkaya materi penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran undang-undang, panitia hak angket hari ini berencana meminta keterangan dari seorang warga. Dia disebut-sebut sebagai orang yang pernah melaporkan KSOTK baru yang diduga menabrak undang-undang sehingga lahir rekomendasi Mendagri yang dilanjutkan oleh Gubernur Jatim.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih