Masih Digaji Rp 250 Per Bulan

Anggaran Terbatas, Insentif Guru RA Belum Ada Kenaikan

URUN REMBUK: Puluhan Kepala RA se-Jember saat menghadiri rapat koordinasi di Aula Kemenag Jember, Rabu kemarin. Salah satunya, mereka membahas kesejahteraan guru honorer di lembaga RA.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guru honorer raudatul atfal (RA) tampaknya harus lebih bersabar lagi untuk mendapatkan gaji lebih layak. Pasalnya, pada tahun anggaran 2020 ini, gaji mereka tak ada peningkatan atau hampir sama seperti 2019 kemarin.

IKLAN

Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) Kemenag Jember Zurni menyebutkan, ada beberapa faktor yang membuat insentif mereka tidak ada kenaikan. Mulai dari keterbatasan anggaran hingga kualifikasi guru RA yang tidak bisa terpenuhi. “Insentif memang masih ada, tetapi tidak semua guru yang dapat,” ujar Zurni.

Menurutnya, beberapa guru yang bisa mendapatkan insentif itu hanya mereka yang memenuhi kualifikasi pendidikan. Seperti memiliki Nomor Pendidik Kemenag (NPK), memiliki masa pengabdian yang mencukupi, lulusan minimal diploma tiga (D-3) atau strata satu (S-1) dan lain-lain.

Selain itu, lanjutnya, soal keterbatasan anggaran menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan. Ia memaparkan, di Jember ada sekitar 360 lembaga RA dengan total sekitar 1.500 guru. “Sistem yang mengatur demikian. Jadi. wajar tidak semua guru bisa mendapat insentif. Selain karena kualifikasi, juga anggaran harus berbagai itu,” jelasnya.

Zurni menegaskan, nominal insentif tahun ini sama dengan tahun kemarin yakni Rp 250 ribu per bulan yang bisa dicairkan per semester. Meskipun pada tahun-tahun sebelumnya sempat beberapa kali macet, namun sejak 2019 kemarin hingga pada tahun anggaran 2020 ia memastikan akan tetap jalan. “Cuman tidak bisa mengaver seluruh guru. Karena anggarannya terbatas, maka dipilah-pilah lagi,” imbuhnya.

Saat rakor dengan puluhan kepala RA se-Kabupaten Jember di Aula Kemenag Jember kemarin, ia juga mengingatkan pada kepala RA agar bisa mendorong kesejahteraan para guru-gurunya. Terlebih bisa mendapatkan insentif. Hal itu bisa diupayakan melalui pemenuhan kualifikasi guru sebagai salah satu prasyarat mendapatkan insentif. “Kepala RA bisa mencarikan beasiswa, bisa dari beasiswa jalur pesantren dan lainnya,” tutupnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Hadi Sumarsono