Persid U-17 di Tahan Imbang 1-1 Persekabpas U-17

MUCHAMMAD AINUL BUDI/RADAR JEMBER POIN SATU: Pemain Persid U-17 (kanan) dibayangi pemain Persekabpas (kiri) di laga sore kemarin (7/8) di Stadion Notohadinegoro Jember. Pertandingan itu berakhir dengan skor imbang 1-1.

RADARJEMBER.ID- Pertandingan putaran kedua Piala Suratin U-17 Grup F tersaji kemarin (7/8) di Stadion Notohadinegoro. Tuan rumah Persid U-17 harus puas bermain imbang 1-1 (1-1) dengan tamunya Persekabpas Pasuruan U-17. Gol tunggal Persid muda dicetak Anggit Dwi Pratama dan gol balasan lawan oleh Ahmad Nizar.

IKLAN

Berstatus pemuncak klasemen grup dan tuan rumah, Persid U-17 tak ingin kehilangan poin bermain di publik sendiri. Menit-menit awal babak pertama, Persid langsung berinisiatif menekan pertahanan Persekabpas. Beberapa peluang emas masih belum bisa mengoyak gawang Persekabpas yang dijaga kiper Nanda Firmansyah.

Gol Persid akhirnya tercipta di menit ke-34. Menerima umpan lambung dari lini tengah lolos jebakan offside. Tendangan mendatar striker Persid Anggit Dwi Pratama mengecoh Nanda Firmansyah. Persid unggul 1-0.

Persekabpas yang hampir bertahan total, dan sesekali mengandalkan serangan balik hanya sedikit memiliki peluang. Namun, di menit ke-44. Persekabpas berhasil menyamakan kedudukan. Berawal sepak pojok dan terjadi skrimit di depan gawang Persid. Mendapat bola muntah, sepakan kaki kanan striker Persekabpas Ahmad Nizar menjebol jala Persid. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1.

Di babak kedua, dua tim menampilkan permainan terbuka. Baik Persid maupun tim tamu saling jual beli serangan. Beberapa kali Persid mendapat kesempatan tendangan bebas, sayang belum bisa menambah keunggulan.

Sampai peluit panjang ditiup wasit M. Farid Fathurrahman asal Probolinggo, skor seri 1-1 bertahan hingga usai. Meski meraih hasil imbang, posisi Persid U-17 di klasemen sementara Grup F masih aman di puncak, dengan 7 poin hasil 3 kali bermain. Sedangkan Persekabpas di posisi kedua dengan 4 poin.

Usai pertandingan Muzamil, head coach Persid U-17 tetap mensyukuri hasil seri yang diraih anak asuhnya.  “Saya kira dari para pemain sudah bermain maksimal. Tetapi keberuntungan belum berpihak pada kami,” ujarnya.

Muzamil menyoroti permasalahan finishing pemain depannya. Tiga pertandingan hanya menghasilkan tiga gol, tentu menjadi problem tersendiri bagi timnya. Dia akan melatih lebih banyak lagi terkait penyelesaian akhir.

Kata dia, gol persekabpas terjadi akibat  kelengahan lini belakang. “Padahal, sudah saya instruksikan khususnya untuk pemain belakang agar tidak memberikan kesempatan lawan untuk shooting ke gawang,” imbuh Muzamil.

Sedangkan di kubu Persekabpas U-17 pelatih kepala Wardiono, tak puas dengan keputusan-keputusan wasit. Terlepas dari permainan terbuka yang ditampilkan kedua tim, laga sore kemarin diwarnai keputusan kontroversi wasit.

Kedua tim menampilkan permainan yang berimbang. Saling menyerang. “Sayang, asisten wasit selalu tidak sejajar dengan pemain belakang kami, akhirnya sering memutuskan tidak memberi offside kepada tim kami,” katanya.

Reporter & Fotografer : MUCHAMMAD AINUL BUDI
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :