Demi Mengejar Klub Bergengsi, Dua Wakil Jember ke Kudus

Wawan Dwi Siswanto/Radar Jember BERANGKAT GRAND FINAL: Abkarin Fauziyah dan Muhammad Diqy Al Firdausy akan memperebutkan tiket grand final beasiswa Djarum, sekaligus bergabung dalam klub bergengsi tersebut.

RADARJEMBER.ID- Dua pebulu tangkis muda asal Jember, Abkharin dan Diqy, mendapat atensi lebih dibandingkan 860 peserta lainnya ketika menjalani proses screening di lapangan, akhir Juli lalu, pada gelaran audisi umum di Kota Surabaya. Tim Pencari Bakat PB Djarum yang terdiri dari pelatih serta legenda bulu tangkis Indonesia, yakni Fung Permadi, Alvent Yulianto, Johan Wahyudi, Tri Kusharjanto, Shendy Puspa Irawati, Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Iman Tohari, dan Sulaiman beranggapan, mereka bersama 24 atlet muda lainnya pantas untuk berlaga di grand final.

IKLAN

Pemenang dari fase turnamen ini akan mendapatkan Super Tiket untuk melaju ke babak final di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, 7-9 September mendatang. Selain dengan memenangi turnamen, Super Tiket juga bisa diberikan oleh Tim Pencari Bakat kepada peserta yang kalah pada fase turnamen, namun memiliki talenta istimewa.

Nama keduanya memang sudah tidak asing lagi dalam kancah bulu tangkis di Jember. Abkharin menjadi jawara dalam kejuaraan kabupaten (kejurkab) pertengahan Juli lalu. Abkharin Fauziyah dari PB Smash berhasil keluar sebagai juara pertama, setelah mengalahkan Indi Eprita Salma Nabilah dari klub Putra Jember. Padahal, usia Abkarin atau Karin terpaut jauh lebih muda dari Indi.

Karin yang lolos audisi di kategori U-13 sebenarnya baru lulus SD, namun sengaja tidak dimasukkan ke kelas pemula (usia di bawah 15 tahun, Red), tidak ada lawannya. Sehingga, dia dimasukkan ke kelas Tunggal Remaja Putri. Selain ketiadaan lawan, keputusan memasukkan Karin ke kelas Remaja didasarkan atas catatan prestasinya selama ini.

Sedangkan Diqy yang menjadi peserta audisi yang lolos di kategori U-15 menjadi jawara kejurkab kategori Pemula. Pelajar MTs Al Khoiriyah Puger ini memang sudah bergabung klub PB Putra Bintang sejak kelas 5 SD. “Hampir lima tahun dia gabung di klub,” ujar Agus Setiawan, pelatih PB Putra Bintang.

Setelah pengumuman kelolosannya menuju grand final, Diqy menjalani pemusatan latihan di klubnya. Setiap hari, dia menjalani enam jam sesi latihan sebelum berangkat ke Kudus, pada 6 September mendatang.

Menurut Agus, kelemahan Diqy saat ini adalah kekuatannya yang masih berada di bawah lawan-lawannya. Jika dibandingkan dengan lima atlet yang lolos bersamanya di kategori U-15, power Diqy terbilang yang paling rendah. “Tetapi kelebihan dia dari segi teknik dan fisik, permainannya jauh lebih halus. Itu yang selama ini menolong dia di lapangan,” papar Agus.

Oleh karena itu, dirinya men-drill permainan Diqy dari sisi power. Agus optimistis anak latihnya ini bisa merebut Super Tiket menuju Kudus. “Potensinya memang cukup prospektif untuk ke depannya, karena kalau dilihat tren permainannya, tahun ini dia selalu bergerak positif. Padahal, sebelumnya kemampuan Diqy di bawah kompetitornya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten PBSI Jember Ervan Friambodo sangat mengapresiasi lolosnya dua atlet Jember ke babak grand final. Dirinya sangat berharap mereka bisa lolos tahap berikutnya dan didapuk sebagai atlet Beasiswa PB Djarum yang dilakukan dalam seleksi nasional.

Pembiayaan masih menjadi permasalahan dari waktu ke waktu untuk olahraga di Jember secara menyeluruh. Demikian halnya dengan PBSI yang juga masih terkendala dengan pembiayaan untuk bisa totalitas melindungi atlet supaya berkembang di daerah.

Namun, lanjut dia, kemampuan PBSI masih hanya sebatas pengembangan atlet di pelatkab. Itu pun masih belum totalitas untuk menjadi pilihan atlet. “Beberapa sarana dan prasarana di pelatkab juga masih jauh dari memadai, untuk dapat menjadikan atlet yang bisa menghadapi kompetisi yang semakin keras,” ujarnya.

Tak dimungkiri jika hal tersebut membuat banyak atlet pindah ke luar kota. “Sebenarnya juga sangat disayangkan dengan adanya potensi-potensi atlet yang luar biasa, yang dari waktu ke waktu terus akan keluar dari Kabupaten Jember,” kata Ervan.

Sebagai catatan, pada 2017 lalu sudah ada empat atlet yang bermutasi ke luar Jember. Seperti Savira Nurul Husnia dari PB Smash yang pindah ke PB Jaya Raya Jakarta. Kemudian, Oka Sapta Morta dari PB Putra Jember pindah ke Jaya Raya Sleman Jogyakarta. Kemudian, Tiara Sis Widyana dari PB SAA ke PB Sarwendah Jakarta. Terakhir Aldief Reynaldo dari PB Smash pindah ke PB FIFA Sidoarjo.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti,
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :