Bantu Tingkatkan Harga Gabah Petani

JUALAN SEMBAKO: Sejumlah relawan mengepak paket sembako untuk dijual ke masyarakat di sekitar Kecamatan Ambulu, Selasa (5/5) lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga jual gabah kering yang hanya berkisar Rp 4 ribu per kilo turut melemahkan perekonomian petani di tengah pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka tak bisa meraup untung lebih.

IKLAN

Melihat kondisi tersebut, sejumlah relawan tergerak melakukan penjualan sembako murah, yang salah satu caranya membeli harga gabah petani untuk diproses menjadi beras. “Sembako yang akan dipasarkan berupa beras yang sudah dikemas. Jadi, bukan masih gabah kering lagi,” terang Elivita, salah satu pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kecamatan Ambulu.

Dirinya menilai, hal itu dilakukan dengan bertujuan membantu memasarkan hasil panen para pahlawan pangan tersebut, khususnya untuk petani di Kecamatan Ambulu dan sekitarnya. Beras-beras dari petani itu, lanjut dia, dikemas menjadi satu paket berisikan beras, minyak, telur, gula, dan garam. Untuk harga jualnya, sembako tersebut dibanderol dengan harga merakyat. Paket 1 berisi beras 2,7 kilogram Rp 22 ribu, gula Rp 15.500, minyak Rp 12.500, dan garam Rp 2 ribu.

Sementara, paket 2 berisi beras 2,7 kilogram Rp 22 ribu, gula Rp 15 ribu, minyak Rp 25 ribu, dan garam kapal Rp 2 ribu. “Dengan seperti ini bisa sedikit membantu warga, sekaligus membantu petani kita,” harapnya.

Pasar sembako murah yang berlangsung sejak Minggu (3/5) kemarin itu cukup laris manis didatangi warga setempat. Selain menggelar di Kantor MWC Ambulu setiap harinya, panitia juga menyediakan pemesanan daring via WhatsApp. Kegiatan tersebut merupakan upaya kerja sama beberapa lembaga di MWC NU Ambulu. Seperti Fatayat, Ansor, dan IPNU-IPPNU.

Ketua PAC Fatayat NU Ambulu Nurul Hidayah menambahkan, kerja sama itu dinilai sangat membantu masyarakat. Khususnya selama masa pandemi Covid-19 ini yang membuat harga harga-barang mulai kurang stabil, hingga membuat perekonomian semakin lesu. “Ini bisa membantu pemulihan perekonomian mereka. Semoga ini bisa berkelanjutan,” pungkas Nurul.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti