PPK-PPS Nonaktif Sementara

TERPAKSA TIDAK BERTUGAS: Suasana ujian panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Menyusul opsi penundaan penyelenggaraan pilkada, PPK dan PPS kini dinonaktifkan sementara oleh KPU Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potensi penundaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jember sepertinya cukup besar. Betapa tidak, selain empat tahapan resmi ditunda dan munculnya tiga opsi waktu penundaan, kini panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) dinonaktifkan sementara oleh KPU Jember.

IKLAN

Penonaktifan anggota PPK yang sudah dilantik dan anggota PPS terpilih disampaikan Ketua KPU Jember Muhammad Syaiin. Menurutnya, penonaktifan dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19. “PPK yang sudah sempat bekerja dan PPS yang terpilih dinonaktifkan sementara. Ini berdasar perintah dari KPU RI setelah empat tahapan pilkada ditunda,” papar Syaiin.

Anggota KPU lain, Ahmad Hanafi menambahkan, penonaktifan PPK dan PPS dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. “PPK dan PPS yang dinonaktifkan nanti akan diaktifkan kembali begitu ada petunjuk dari KPU RI,” imbuhnya.

Dengan penonaktifkan sementara PPK dan PPS, secara otomatis membuat kegiatan tahapan pemilu di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, mandek untuk sementara waktu. Untuk itulah, pilkada yang direncanakan akan digelar 23 September mendatang berpotensi besar akan mundur.

Sebelumnya sempat diberitakan, ada empat tahapan pemilu yang ditunda. Yaitu pembentukan panitia yang menyusun data pemilih, penyusunan daftar pemilih, verifikasi faktual untuk pasangan jalur independen, dan ditundanya pelantikan PPS terpilih.

Sementara itu, di pusat muncul tiga opsi penundaan pilkada. Yaitu pilkada yang sedianya akan digelar 23 September bisa diundur pada Desember 2020, Maret 2021, atau diundur setahun kemudian, yakni di Bulan September 2021. Kendati sudah ada tiga opsi penundaan pilkada, tetapi KPU Jember belum menerima surat resmi penundaan pilkada yang dihelat September 2020.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti