Rekening Peserta Kongres Disoal

SERIUS: Pjs Kepala Bank Jatim Jember Imam Sarjono memberikan keterangan terkait layanan bank yang berkaitan dengan uang APBD, di hadapan panitia angket DPRD Jember, kemarin (6/1).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – BANK JATIM menjadi salah satu lembaga yang hadir dalam rapat perdana penyelidikan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Jember, kemarin (6/1). Di hadapan kelompok kerja (pokja) dua panitia angket, pihak bank memberi keterangan tentang layanan termasuk pencairan dana yang berkaitan dengan APBD Jember.

IKLAN

Rapat yang dipimpin David Handoko Seto dan Siswono tersebut kali pertama mengulas tentang pencairan dana APBD terhadap proyek-proyek yang ada di Jember. David menyebut, dewan menyinyalir adanya pencairan dana proyek yang tetap dilakukan sekalipun pekerjaan di lapangan belum tuntas. Dia pun mencontohkan sejumlah proyek yang saat ini belum selesai.

“Ada beberapa proyek yang pekerjaannya belum selesai, tapi kami menduga dananya sudah dicairkan. Sebenarnya, prosedur di Bank Jatim itu bagaimana? Apa bisa mencairkan dana APBD seratus persen, sementara proyeknya di lapangan belum tuntas?” cecar David.

Dia lantas menanyakan prosedur layanan pencairan dana di Bank Jatim. Menurutnya, ada sejumlah kasus pencairan dana yang dilakukan pada malam hari, termasuk jelang pergantian tahun.

Rapat penyelidikan dugaan pengadaan barang dan jasa juga mempertanyakan tentang pembuatan rekening peserta kongres yang mencapai ribuan orang. Anggota Panitia Angket, Ardi Pujo Prabowo menyebut, apakah ada syarat pembuatan rekening baru, hingga datang dari mana uang pembuatan rekening peserta kongres itu.

Menanggapi sejumlah pertanyaan anggota dewan, Pjs Kepala Bank Jatim Jember Imam Sarjono menjelaskan, pencairan dana-dana proyek dengan sumber dana APBD berdasar Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Apabila berkas SP2D tersebut dinilai lengkap, maka Bank Jatim mencairkannya. “Pencairannya setelah SP2D lengkap,” katanya.

Ditanya terkait indikasi adanya SP2D yang fiktif, Imam Sarjono menegaskan, pihaknya hanya melakukan pencairan berdasar SP2D. Bank Jatim tidak sampai melihat proyek di lapangan apakah sudah selesai atau tidak. “Pencairan boleh dilakukan sampai malam, khusus akhir tahun,” katanya memberi keterangan dalam rapat terbuka tersebut.

Sementara itu, berkaitan dengan adanya pembuatan ribuan buku rekening baru dari peserta kongres, Imam Sarjono menyebut, hal itu tidak dilakukan pada saat kongres, tetapi sebelum-sebelumnya. Namun demikian, Imam tak menyebut berapa banyak jumlah yang dibuat, termasuk uang pembuatannya datang dari mana. Apakah dari APBD atau tidak, pihaknya harus melihat data dan izin atasan.

Dalam rapat itu, dewan meminta agar jumlah pembuat rekening baru yang berkaitan dengan kongres diberikan oleh Bank Jatim. Selain itu, Bank Jatim juga diharapkan proaktif sebelum mencairkan dana proyek yang bersumber dari APBD. “Jangan saat orang pinjam saja disurvei, seharusnya sebelum mencairkan dana proyek yang sumber uangnya dari APBD juga disurvei. Apakah proyeknya sudah selesai atau belum,” tandas Siswono yang memimpin jalannya rapat.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih