Ojol Sebarkan Upal

DIGULUNG POLISI: Dua tersangka dibawa ke halaman Mapolres Jember, dalam press rilis soal kamtibmas, yang dipimpin oleh Kapolres Jember, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Polres Jember meringkus dua orang yang diduga kuat sindikat pengedar uang palsu (upal). Keduanya adalah Muhlis, 39, warga Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, dan Ponaji, 43, warga Dusun Kebon Sadeng, Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah. Keduanya ditangkap di warung kopi, wilayah Kecamatan Wuluhan.

IKLAN

“Sebenarnya ada tiga orang yang terlibat, tapi yang berhasil kami amankan tersangka M (Muhlis, Red) dan P (Ponaji, Red). Sementara, satu pelaku lainnya berinisial A kami tetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO),” ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal didampingi Kasat Reskrim AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, saat menggelar press release, Senin (6/1) kemarin.

Menurut Alfian, awalnya Muhlis memesan upal kepada A dengan ketentuan 1:3. “Di mana, M ini membayar Rp 500 ribu kepada A, untuk mendapat upal sebesar Rp 1,5 juta,” jelasnya. Selanjutnya, Muhlis menjual lagi Upal itu kepada tersangka Ponaji dengan perbandingan 1:2. Yakni, Ponaji membayar uang asli sebesar Rp 750 ribu kepada tersangka Muhlis.

Alfian menjelaskan, tersangka Muhlis yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) ini merupakan residivis. “M pernah dipenjara pada tahun 2008 lalu di Lapas Bali, karena kasus yang sama. Dia divonis 3 tahun penjara,” ujar Kapolres. Sementara Ponaji, mengaku membeli upal itu baru pertama kali dan rencananya akan digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Alfian juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan transaksi keuangan. Biasanya, Upal memiliki perbedaan kasar dan halus. “Selain nomor seri, pastikan uang itu kita raba dulu. Biasanya kalau kasar itu asli, kalau halus kemungkinan palsu,” imbau Alfian, sambil menunjukkan barang bukti upal sebanyak 30 lembar pecahan Rp 50 ribu.

Masih menurut Alfian, Jember sebentar lagi akan memasuki pilkada yang rentan terhadap money politics. “Tidak bisa dimungkiri, Upal ini juga bisa digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab, untuk mengedarkan Upal sebagai money politics. Untuk itu, ke depan kita akan semakin meningkatkan pengamanan, sekaligus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” pungkas Alfian

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono