CLBK Sumbang Penyebab Perceraian

80 Persen Diajukan Pihak Istri

LELAH: Seorang perempuan terlihat bersandar di kursi di Pengadilan Agama Jember, beberapa waktu lalu. Sedangkan seorang lelaki memegang ponsel. Meski 2019 kemarin angka perceraian turun, namun angkanya masih mencapai 6.697 perkara.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingkat perceraian di Kabupaten Jember pada 2019 tak sebanyak tahun sebelumnya. Tercatat, selama 2019 kemarin, angka perceraian yang disidangkan di Pengadilan Agama (PA) Jember menurun, meski tak signifikan. Total ada 6.697 kasus, sedangkan 2018 angkanya mencapai 6.755 perceraian, atau hanya turun 58 perkara.

IKLAN

“Kalau ditotal dengan perkara lain seperti waris, gono-gini, dispensasi kawin, dan isbat nikah, jumlahnya mencapai delapan ribu lebih,” tutur Anwar, Humas PA Jember. Namun, penyebab perceraian pasangan suami istri (pasutri) tetap sama. Selain karena problem ekonomi, biasanya lantaran munculnya orang ketiga yang mengganggu bahtera rumah tangga.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Anwar menjelaskan, kasus perceraian di Jember masih didominasi oleh gugatan pihak istri. Bahkan, jumlahnya mencapai 80 persen dari total perkara yang disidangkan. “Memang penyebab utama perceraian pertengkaran kedua belah pihak. Biasanya dipicu soal ekonomi terkait nafkah. Selain itu, faktor munculnya pihak ketiga karena cemburu buta,” ungkapnya.

Menurut Anwar, selain faktor yang telah diungkapkan tadi, kebanyakan pasutri yang bercerai juga belum matang dari segi usia dan mental. Mereka belum saatnya menikah. Akibatnya, juga berdampak terhadap kondisi ekonomi. Karena sang suami belum memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, masih sering keluar malam dan terjerumus dalam minuman miras.

Sementara itu, faktor pihak ketiga kerap dipicu oleh cinta lama bersemi kembali (CLBK). Salah satu pihak bertemu kembali dengan mantan atau teman lama mereka yang berlain jenis sehingga memicu cemburu dari pasangannya. “Pihak ketiga muncul karena mereka berteman dengan teman lama. Dan akhirnya menyebabkan cemburu karena kedekatannya. Kebanyakan seperti itu,” ungkapnya.

Selain jumlah pengajuan cerai yang cukup tinggi, persentase penyelesaian perkara di PA Jember juga menjadi salah satu penyelesaian tertinggi di Indonesia. Tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PA Jember, rasio penanganan perkaranya mencapai 96,09 persen.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih