Sisi Lain Persid yang Masih Bikin Kita Bangga, Banyak Sumbang Pemain untuk Persiapan PON 2020

Dokumentasi Radar Jember BERSINAR: Richard Arbed Anderson (kiri) menjadi salah satu pemain muda yang lolos seleksi tim sepak bola Jatim di PON 2020

RADARJEMBER.ID- Tak lolosnya Macan Raung –julukan Persid Jember- ke babak 16 besar Liga 3 Jawa Timur, tidak sepenuhnya meninggalkan kekecewaan. Setidaknya, Persid menjadi klub yang cukup signifikan dalam menyumbangkan pemainnya untuk memperkuat tim sepak bola Jawa Timur U-23 yang akan bertanding dalam PON 2020 di Papua nanti.

IKLAN

“Saat ini sudah terseleksi sebanyak 27 pemain. Nanti akan diperkecil jadi 24 lalu ditambah lagi. Karena sistem seleksinya tidak seperti biasanya,” tutur Rudy William Keeltjes, pelatih tim sepak bola PON Jatim saat dihubungi radarjember.id.

Rudy memang menerapkan sistem seleksi dan pemusatan latihan (training centre) berjalan. Dalam arti, ketika ada jeda kompetisi, maka pemain yang lolos seleksi sementara, akan dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Begitu juga pengurangan dan penambahan pemain yang dilakukan sambil jalan. Maklum saja, seluruh pemain yang terjaring dalam seleksi, masih memperkuat klubnya masing-masing. Terutama klub di Liga 3 yang sebagian besar berisi pemain di bawah usia 23 tahun.

Dan di antara klub-klub di Jawa Timur, Persid Jember menjadi klub yang paling banyak menyumbangkan pemainnya dalam tim bentukan Assprov Jatim ini. Yakni sebanyak 7 pemain dari total 27 pemain.

Ketujuh pemain Persid Jember yang dipanggil opa Rudy, sapaan akrab Rudy William Keltjes adalah Faisol Yunus dan Ahmad Rizkianto di posisi striker;  Jatmaka Irza Alhamdah, serta Ulwan Haigal di posisi gelandang, Airlangga Mustamasiqdina di posisi stopper, Dwi Prasetyo dan Indra Lesmana Suteja sebagai sayap kiri.

Selain tujuh nama tersebut, masih ada dua nama yang tidak asing bagi pecinta sepak bola Jember. Keduanya yakni Richard Arbed Anderson dan Marthen Reyler Watumlawar yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Persid Junior pada musim lalu berhasil tembus hingga babak 8 besar putaran nasional Piala Soeratin 2017 di Jogjakarta.

“Saya melakukan seleksi dengan ketat, tanpa ada titipan. Karena saya memegang amanah dan harapan besar dari Assprov Jatim,” tutur Rudy.

Sebagai pelatih kaliber nasional, Rudy memang punya catatan gemilang dalam mengantarkan tim sepak bola daerah meraih prestasi di Pekan Olahraga Nasional. Pada PON 2012 di Pekanbaru, Riau, Rudy yang saat itu mengasuh tim Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil membawa anak asuhnya menjadi juara satu dan meraih medali emas. Sedangkan pada PON 2016 di Jawa Barat, Rudy yang mampu mengantarkan tim sepak bola Sumatera Selatan ke Peringkat 4 besar.

Sedangkan Jawa Timur, selama ini masih belum mampu berbicara banyak dalam cabor sepak bola di gelaran PON. Pada PON 2016 misalnya, tim sepak bola Jatim gagal menembus babak penyisihan. “Saya sebagai putra daerah Jawa Timur, punya tanggung jawab lebih mengantarkan daerah saya sendiri ke tingkat nasional,” tutur Rudy yang asli Situbondo ini.

Terkait masuknya 8 pesepak bola muda Jember dalam seleksi sementara tersebut, Rudy menjelaskan ada banyak kriteria yang ia tetapkan dalam beberapa kali seleksi. “Intinya saya cari pemain yang cepat dan kuat,” ujar mantan pemain Persebaya ini.

Diakui Rudy, dari 8 pemain tersebut, tidak semuanya berada pada posisi aman. Beberapa diantaranya berada di zona kritis, artinya bisa tergeser jika tim pelatih yang Rudy pimpin menemukan pemain yang lebih bagus lagi. “Haigal ini masih tanda tanya. Indra Lesmana masih bersaing dengan pemain Trenggalek. Tapi kalau Faisol dan Airlangga, sejauh ini masih aman karena kualitasnya cukup bagus,” ungkap Rudy sedikit memberi bocoran.

Selain itu, Rudy juga memuji mantan kapten Persid Junior, Richard yang menurutnya bermain dengan bagus. Dengan usianya yang masih belum genap 18 tahun, Rudy optimistis Richard bisa menjadi pemain masa depan. “Dia cerdas menempatkan posisi, bisa jadi jenderal di lapangan. Kasih umpan maupun finishing touch nya juga bagus,” tutur Rudy. Tipikal bermain Richard yang kini membela Persenga Ngawi ini, menurut Rudy cocok dengan karakter sepak bola modern.

Selain itu, Rudy juga terpukau dengan kualitas permainan Marthen Rayler yang sempat memperkuat Persid di Liga 3 musim ini. “Marthen ini bersaing dengan Bayu, pemain dari Akademi Sepak Bola Assifa Malang. Kalau Marthen unggul di kecepatan, sedangkan Bayu unggul di tekniknya,” ungkap Rudy.

Ulwan Haigal salah satu pemain muda asli Jember yang ikut dipanggil seleksi mengaku sangat antusias dapat memenuhi panggilan Pra PON Jatim.

“Ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi teman-teman agar bisa menampilkan performa terbaiknya di tim Pra Pon Jatim. Saya pribadi dipanggil seleksi ini bisa menjadi batu loncatan untuk tim Liga 2 / Liga 1 yang melirik saya nantinya,” ungkapnya.

Haigal juga berkeinginan membanggakan kedua orang tuanya dengan usaha maksimalnya untuk dapat masuk ke tim PON Jawa Timur nanti. “Karena itu jalan satu-satunya membalas jasa orang tua. Saya ingin memberi hadiah umrah atau haji kepada mereka,” katanya.

Reporter : Adi Faizin
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :