Bisa Batal Jadi Justice Collaborator

Jika Fariz Terbukti Pelaku Utama

“Kami akan anulir. Di sisi lain kami menguji tersangka ini seperti apa ketika memberikan keterangan di persidangan. Maka dari itu, kami memantau dulu. Apakah tersangka benar-benar mau membuka semuanya.” Susilaningtias, Wakil Ketua LPSK

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan terus berjalan. Salah satu tersangka, M Fariz Nurhidayat, juga masih dipantau oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tersangka yang menjadi konsultan perencana pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Tanggul tersebut memang menginginkan ada perlindungan dari LPSK.

IKLAN

Selain itu, pria yang diduga menjadi aktor besar berbagai proyek bermasalah di Jember ini mengajukan status sebagai justice collaborator (JC). Status JC sendiri adalah saksi pelaku yang memiliki bukti serta informasi penting dalam membongkar sebuah kasus. Sebelumnya, Fariz berkomitmen kepada LPSK dan menyatakan siap membongkar aliran dana korupsi dan beberapa informasi penting lainnya terkait skandal tersebut.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya akan memantau terlebih dahulu tersangka Fariz dalam persidangan nanti. “Kami tidak memberikan perlindungan fisik kepada tersangka. Tapi memberikan rekomendasi untuk menjadi JC. Dalam dakwaannya, dia sebagai tersangka, kami hanya memantau dulu dan tidak mendampingi tersangka saat sidang,” tuturnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Nantinya, LPSK bakal mengikuti perkembangan persidangan yang bakal digelar secara daring via telekonferensi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. “Akan kami pantau perkembangan persidangannya. Mulai pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan terdakwa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susi juga akan berkoordinasi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mengenai teknis persidangan daring ini. Terlebih, rekomendasi JC untuk Fariz bakal ditujukan kepada JPU. “Tapi akan ditembuskan juga kepada majelis hakim,” terangnya.

Sebelumnya, pihak LPSK sudah beberapa kali menemui Fariz secara langsung saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Pertemuan tersebut guna memastikan apakah Fariz berkomitmen membuka tabir perkara rasuah ini hingga ke aktor besarnya. Pada kasus ini, peran Fariz dinilai penting agar publik mengetahui siapa saja yang bermain dan menjadi korban dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Hanya saja, apabila dalam persidangan nanti Fariz justru terbukti sebagai dalang utama dalam skandal korupsi mega proyek tersebut, maka statusnya sebagai JC bisa dibatalkan. Sebab, poin utama seseorang mengajukan sebagai JC adalah bukan pelaku utama dalam kasus yang membelitnya. “Kami akan anulir. Di sisi lain kami menguji tersangka ini seperti apa ketika memberikan keterangan di persidangan. Maka dari itu, kami memantau dulu. Apakah tersangka benar-benar mau membuka semuanya,” tegas Susi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Tak hanya itu, pihak LPSK juga akan memperhatikan fakta-fakta persidangan seperti apa. Apakah komitmen Fariz yang disampaikan kepada LPSK bahwa akan membuka semuanya benar atau tidak. “Tentu ini akan diuji dengan fakta lainnya. Apakah masih tetap membuka semuanya atau tidak,” pungkas Susi.

Dihubungi terpisah, penasihat hukum Fariz, Achmad Cholily menyebut, kliennya tetap pada pendiriannya. Kata dia, apa yang sudah diucapkan Fariz dalam berita acara pemeriksaan, sebagai tersangka maupun saksi, tidak akan berubah. “Fariz akan ngomong apa adanya. Itu semua akan diungkapkan dalam persidangan nanti,” kata Cholily.

Sebelumnya, pihak pengacara Fariz mengirim surat permohonan kepada LPSK pada 13 Februari lalu. Dalam surat tersebut, turut dilampirkan beberapa dokumen sebagai bukti guna memperkuat permohonan kliennya sebagai JC. Tim pengacara Fariz berharap, pengajuan JC itu dapat mengungkap banyak fakta penting. Utamanya seputar proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Jember yang selama ini diduga bermasalah.

Sementara Fariz, ditetapkan tersangka oleh Kejari Jember pada 23 Januari lalu. Penetapan Fariz sebagai tersangka, menjadi pintu masuk aparat penegak hukum mengungkap skandal korupsi dan mega proyek di Pemkab Jember. Bahkan, Fariz disebut sebagai kunci Kotak Pandora. Pria berusia 30 tahun itu diharapkan bisa mengungkap siapa saja yang terlibat dalam proyek tersebut.

Sebagai informasi, perkembangan kasus Pasar Manggisan ini sudah berstatus P21. Seluruh berkas perkara dinyatakan lengkap, termasuk susunan dakwaan dari Kejari Jember. Dalam waktu dekat, kasus tersebut akan disidangkan di PN Tipikor Surabaya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih