Komplotan Maling Motor dan Penadah Dibekuk

Satu Tersangka Ditembak

DIKELER: Dua maling dan tiga penadah motor curian saat diamankan di Polres Jember. Salah satu tersangka terpaksa merasakan timah panas yang ditembakkan petugas karena mencoba kabur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember meringkus lima orang yang diduga kuat terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penipuan, dan penadahan barang curian. Salah satu pelaku terpaksa ditembus timah panas di bagian kaki karena berusaha melawan saat akan ditangkap petugas. Selain mengamankan lima tersangka, polisi juga menyita 12 sepeda motor berbagai jenis sebagai barang bukti.

IKLAN

Kelima tersangka itu adalah Rahmat Hidayat, 38 warga Jalan MH Thamrin Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ajung; Alma Baijuri, 47, warga Dusun Sasi, Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono; Hurdi, 42, warga Jalan Yos Sudarso Lingkungan Langsepan, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari; Syafi’ullah, 38, warga Dusun Karang Tengah, Desa Pace, Kecamatan Silo; dan Ahmadi, 42, warga Dusun Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qantasson mengungkapkan, tersangka pertama yang ditangkap adalah Hurdi dengan modus penipuan. “Rata-rata korban dari tersangka H (Hurdi, Red) ini sudah kenal. Biasanya tersangka pura-pura mau beli motor korban, kemudian digelapkan,” ujar Jumbo dalam press release di Polres Jember, Kamis (5/3) kemarin.

Selain itu, terdapat motor yang dicuri tersangka dengan cara menggunakan kunci motor yang ada di dalam rumah. Menurut Jumbo, tersangka Hurdi sudah melakukan pencurian tersebut di lima TKP dalam wilayah Jember. “Motor yang dicuri dan digelapkan oleh H ini dijual kepada dua penadah, yakni tersangka S (Syafi’ullah, Red) dan A (Ahmadi, Red),” ujarnya.

Tersangka berikutnya adalah Rahmat Hidayat, yang merupakan pelaku curanmor dengan modus berkeliling mencari sasaran, kemudian merusak motor korban dengan menggunakan kunci T. “Tersangka ini bekerja dengan seorang temannya berinisial S. RH bertugas mengawasi situasi, sedangkan S adalah eksekutornya,” lanjut Jumbo.

Motor hasil curian Rahmat Hidayat dan S sebagian dijual kepada tersangka Alma Baijuri. Menurut Jumbo, Rahmat Hidayat sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap. “Sehingga, anggota kita melakukan tindakan tegas terukur. Dia kita lumpuhkan dengan tembakan di kaki,” ujar Jumbo. Sejauh ini, ada tiga TKP yang pernah menjadi sasaran tersangka Rahmat Hidayat, yakni Pakusari, Mayang, dan Jenggawah.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus yang dilakukan kelima tersangka tersebut. “Kemudian, kita juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini. Beberapa identitas sudah kita kantongi. Mudah-mudahan segera tertangkap,” pungkas Jumbo.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti