Tak Jera Tiga Kali Masuk Lapas

Ditangkap karena Menambang di Wilayah Perhutani

BOLAK-BALIK PENAMBANGAN LIAR: Tersangka Nawari, 50, warga Dusun Karangtengah, Desa Pace, Kecamatan Silo, dikirim ke Polres Jember. Dia diamankan karena melakukan penambangan liar di wilayah Perhutani Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga kali masuk Lapas Kelas II A Jember rupanya tidak membuat kapok Nawari, 50, warga Dusun Karangtengah, Desa Pace, Kecamatan Silo. Dia kembali harus berurusan dengan polisi karena tertangkap petugas Perhutani Jember saat melakukan penambangan liar, Selasa (4/2) siang kemarin.

IKLAN

Selain mengamankan Nawari, petugas Perhutani juga mengamankan empat sak batu hasil tambang di Petak 16 B, RPH Pace BKPH Mayang KPH Jember di Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Kecamatan Silo. Petugas juga mengamankan barang bukti lain di antaranya timba kecil, sekop kecil, tiga bethel untuk membuat lubang, dan satu palu berukuran besar.

Sebelum ini, Nawari sudah tiga kali masuk penjara gara-gara menambang di wilayah kawasan Perhutani. Kepada petugas, dia mengaku terpaksa melakukan penambangan di Petak 16 B karena tidak ada pekerjaan lain. “Saya sudah tidak punya keluarga dan saudara yang bisa membantu, ya terpaksa melakukan penambangan lagi,” ujarnya.

Batu yang diambil, lanjut Nawari, akan dibawa ke daerah Sabrang, Kecamatan Ambulu. Dia berangkat pagi-pagi untuk menambang dan pulang sore hari. “Saya tidak mencuri milik orang, tetapi mencuri batu ini milik pemerintah kan terserah saya,” kilahnya.

Sebelum ini, petugas Perhutani juga mengamankan dua pelaku tambang batu emas di petak 1 A-1 RPH Curahtakir BKPH Ambulu yang berada di Dusun Baban Barat, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kamis (30/1) lalu. Dua orang yang diamankan masing-masing Abdullah Abas, 40, warga Dusun Pitu, Desa Amural Puda, Kecamatan Amural, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, dan Sudai, 65, warga Dusun Karangtengah, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.

Kanitreskrim Polsek Silo Aipda Zaki Muttaqin menuturkan, karena sudah memperoleh cukup bukti, maka setelah dilakukan pemeriksaan polisi, akhirnya Nawari ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 89 ayat (1) ke-b (Pasal 17 ayat 1 huruf b) UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP. “Atau Pasal 158 ayat (1) UU RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti