Panggil BPKAD dan Bank Jatim

Dibagi Dua, Panitia Angket Mulai Lakukan Penyelidikan

"Yang jelas kami akan minta keterangan terkait keuangan yang berkaitan dengan APBD Jember.” jelas David Handoko Seto, Paniitia angket DPRD Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panitia angket DPRD Jember mulai memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangannya. Kali pertama yang mendapat giliran pemanggilan yaitu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), serta Bank Jatim.

IKLAN

Pemanggilan terhadap dua instansi tersebut disampaikan David Handoko Seto, kemarin (4/1). “Surat kepada BPKAD dan Bank Jatim sudah kami layangkan. Jadwalnya hari Senin (6/1) pukul 13.00,” kata politisi Partai Nasdem tersebut.

Dikatakan, pemanggilan terhadap orang penting di dua lembaga itu yakni untuk meminta keterangan berkaitan dengan aset dan keuangan. “Yang jelas kami akan minta keterangan terkait keuangan yang berkaitan dengan APBD Jember,” jelasnya.

Pemanggilan terhadap orang-orang penting seperti pejabat tidak berhenti sampai di situ. Dikatakan, akan ada banyak orang lain yang juga akan dipanggil. “Sementara dua itu yang kami beri tahu, selebihnya akan kami informasikan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Angket DPRD Jember, Tabroni menyebutkan, panitia angket dibagi tugasnya menjadi dua kelompok kerja (Pokja). Pokja 1 terdiri dari 13 anggota dewan yang dipimpin dirinya dan Hafidi. Sedangkan Pokja 2 terdiri dari 12 orang dipimpin David Handoko Seto dan Siswono.

“Pokja satu menyelidiki KSOTK dan Tata Pemerintahan. Kemudian Pokja dua, menyelidiki Pengadaan Barang dan Jasa. Pembagian tugas ini kami lakukan, mengingat waktunya hanya dibatasi 60 hari kerja, sejak disetujui dalam paripurna,” ucap Tabroni.

Dia menyebut, Pokja 1 nantinya juga akan memanggil sejumlah pejabat atau masyarakat seperti pokja 2. Hal itu dilakukan untuk kepentingan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran kebijakan bupati Jember. “Ada banyak orang yang nanti kami panggil,” pungkasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono