Berkarya Pecah Kongsi

KPU Hanya Akui yang Disahkan Kemenkumham

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah partai politik ikut menjadi pengusung bakal pasangan cabup-cawabup Hendi Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). Dari enam partai yang memberi rekomendasi, ada satu partai yang pecah kongsi. Yakni, Partai Berkarya.

Pecah kongsi di tubuh Partai Berkarya sudah terjadi dari pengurus pusat. Pertama adalah versi Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, sedangkan yang kedua adalah versi Muchdi Purwoprandjono. Nah, Partai Berkarya yang merekomendasi dan turun mengantar Hendy dan Gus Firjaun di KPU Jember adalah versi Muchdi. Sementara itu, pengurus yang datang serta turut mengantar kemarin adalah Wakil Ketua DPD Partai Berkarya Jember Nanik Suhartina dan sekretaris partai, Ahmad Muhid Nur Hasan.

Menurut Hasan, pengurus versi Tommy tetap ikut sesuai dengan rekomendasi Tommy Soeharto. Pihaknya juga mengetahui, Kemenkumham mengakui Berkarya versi Muchdi. “SK Kemenkumham masih digugat kubu kami oleh Ketua Tommy Soeharto. Gugatan itu sudah masuk ke PT UN, makanya kami berkeyakinan bahwa di ujung PTUN itu insyaallah kubu kami yang akan menang,” tuturnya.

Hasan menyebut, kedatangan pengurus Berkarya versi Tommy tidak lain untuk mengusung pasangan Hendy-Gus Firjaun berdasarkan SK dan rekomendasi dari Tommy Soeharto. Jika kemudian KPU hanya mengakui yang disahkan Kemenkumham, maka bukan menjadi persoalan, karena di tingkat DPP juga belum final. “Kami menghargai kinerja KPU Jember yang bekerja sesuai PKPU,” tegasnya.

Bakal Cabup Hendy kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, adanya Partai Berkarya yang datang sangat dihargainya. Pihaknya juga mengetahui jika di tubuh partai tersebut sedang ada perbedaan. Kendati demikian, Hendy mengaku tetap enjoy karena dukungan dari partai politik sudah lebih dari mencukupi syarat. “Kalau misalnya ke yang lain tidak ada masalah, saya enjoy saja,” tuturnya.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menegaskan, seluruh berkas persyaratan pasangan calon diteliti terlebih dahulu. Khusus untuk Partai Berkarya, Syai’in menegaskan hanya akan mengakui yang disahkan oleh Kemenkumham. “Jadi, kalau ada partai yang memiliki masalah di internal partainya, maka KPU akan mengakui dukungan dari kubu yang diakui Kemenkumham,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bawaslu Jember Tabroni. Menurutnya, pihaknya sudah mengingatkan agar KPU Jember berhati-hati dalam mengambil keputusan. Demikian pula yang berkaitan dengan partai yang menjadi pengusung, harus tetap dilandaskan dengan PKPU. “Kami sudah ingatkan KPU, khusus Partai Berkarya agar dilihat kubu mana yang diakui Kemenkumham,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Berkarya Jember Firdaus menegaskan, Partai Berkarya yang diakui dan disahkan oleh Kemenkumham adalah versi Muchdi. Untuk itu, rekomendasi Berkarya yang diakui oleh Kemenkumhan adalah yang menjatuhkan rekomendasinya kepada pasangan Abdussalam dan Ifan Ariadna (Salam-Ifan). “Kemenkumham mengesahkan versi Muchdi, jadi SK itu yang sah,” tegasnya.

Sekadar informasi, pecah kongsi di Partai Berkarya sudah terjadi cukup lama. Berkarya versi Tommy mengusung Hendy-Gus Firjaun. Sedangkan Berkarya Versi Muchdi mengusung Salam-Ifan. Partai Berkarya versi Muchdi ini pun nantinya akan ikut mengantarkan sesuai rekomendasi yang diteken Muchdi.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Grafis Reza