Laga Persid vs Sindo Diwarnai Pemukulan Jurnalis

JEMBER KOTA – Laga duel tim sekota Jember, yakni antara Persid melawan Sindo Dharaka kembali berakhir imbang. Meski demikian, hasil seri tersebut dari proses drama mengejar ketertinggalan. Laga ketiga di putaran ketua babak penyisihan grup G Liga 3 tersebut digelar di Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) Ajung pada Rabu (4/7) sore kemarin.

IKLAN

Sindo yang dalam laga tersebut berstatus tim tamu, membuka keunggulan terlebih dulu di babak pertama. Melalui sepak kaki gelandang Haerul Umam, Sindo berhasil memecah kebuntuan di menit ke-20. Tertinggal satu gol, membuat pemain Persid bekerja keras menembus barisan pertahanan Sindo.

Dua kali pula (dalam tempo yang cukup singkat) wasit Zainul Arifin asal Pasuruan memberikan hadiah tendangan penalti kepada Persid di babak pertama. Namun, kiper Sindo, Hamzah Niza, selalu berhasil menepis sontekan penalti tersebut dengan sempurna.

Memasuki babak kedua, dua tim sekota itu saling balas menyerang. Meski demikian, Persid belum mampu mengejar ketertinggalan atas Sindo. Hingga di akhir laga atau menit ke-90, wasit memberikan hadiah penalti kepada Persid. Striker asal Puger, Faisol Yunus, yang ditunjuk menjadi eksekutor berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi gol yang membuat laga harus berakhir imbang.

Sayangnya, laga tersebut sempat diwarnai aksi kekerasan terhadap jurnalis. Keputusan wasit yang menghadiahkan penalti kepada Persid, diprotes keras oleh para pemain Sindo. Pasalnya, Sindo beralasan, keputusan itu dikeluarkan saat waktu pertandingan sudah habis.

“Kami kecewa berat, karena keputusan wasit itu dikeluarkan saat waktu pertandingan sudah habis. Saya sendiri sebenarnya sudah berusaha untuk menenangkan pemain agar tetap menghormati putusan wasit,” tutur pelatih Sindo, Hendry Puji.

Momen ketika wasit dikerubungi pemain Sindo itulah yang coba diabadikan lewat kamera oleh salah seorang jurnalis. Namun, kerja jurnalis tersebut juga diprotes salah satu pemain Sindo. “Ketika saya akan ambil gambar itu, kaki saya akan ditendang. Beruntung saya dilindungi oleh Mas Denny (salah satu pengurus Asskab PSSI Jember yang juga ada di Sindo, Red),” ungkap Oryza, jurnalis tersebut.

Sebelumnya, pada pertemuan pertama dari kedua tim, juga berakhir imbang. Laga putaran perdana yang digelar pada 4 April 2018 lalu juga digelar di JSG, namun dengan status tuan rumah disandang Sindo Dharaka. (ad/mgc/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :