Berkah Sang Maestro "The Godfather of Broken Heart"

Raup Untung dari Lagu Didi Kempot

DIMINATI: Samsul Hidayat, pedagang kaset VCD di Pasar Tanjung sempat menikmati keuntungan dari penjualan kaset VCD Didi Kempot.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Berita duka datang dari kota Solo, Dionisius Prasetyo atau akrab dipanggil Didi Kempot, 53, mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Kasih Ibu, Selasa (5/5). Maestro campursari itu berapa tahun belakangan ini sangat populer karena sering tampil di televisi. Bahkan lagu Pamer Bojo membuat nama artis ini semakin melesat.

IKLAN

Di setiap tampilan panggung, artis berambut gondrong tersebut dipastikan membawakan lagu Pamer Bojo, tak terkecuali saat ia manggung di kota Jember awal 2020 lalu. Tak heran, bila lagu ciptaan Didi Kempot dalam bentuk keping CD itu memantik keinginan orang untuk membeli. Hal ini membuat pedagang kaset VCD sempat merasakan panen.

Seperti penuturan Samsul Hidayat, pedagang kaset VCD di Pasar Tanjung. “Sosok Didik Kempot ini sangat fenomenal dan lagu ciptaan almarhum enak untuk didengar. Pertama kali kemunculan lagu Pamer Bojo itu laris manis,” ungkap warga asal Jalan DI Panjaitan, Kebonsari, Sumbersari ini.

Bahkan, pedagang VCD puluhan tahun itu bisa menjual 20 hingga 25 keping hanya lagu Didi Kempot yang bertajuk Pamer Bojo. Harga tiap keping VCD itu Rp 12 ribu. Kondisi ini terus berlanjut hingga menginjak 2020.

Tak jauh berbeda, Asrul, pedagang grosir kaset VCD di Pasar Tegalbesar atau Pasar Sabtuan juga mengatakan hal serupa. Bahkan, kaset VCD itu kerap ludes diserbu pembeli. “Meski lagu-lagu almarhum Didi Kempot didominasi oleh lagu Jawa, namun mampu mengalahkan artis lain. Penjualan kaset artis tersebut laris manis seperti kacang goreng,” ungkapnya.

Dari pengakuan Samsul dan Asrul, pembeli kaset Didi Kempot ini ternyata tak hanya orang-orang tua, tapi juga dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, dan pegawai. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih