Belum Ada Pemberangkatan Menuju Ibu Kota

Sejumlah PO Bus Tidak Bisa Masuk ke Jakarta

JALAN DUA HARI SEKALI: Perusahaan Otobus (PO) Rosalia Indah memilih beroperasi dua hari sekali. Namun, mereka hanya melayani keberangkatan ke beberapa kota tertentu saja dalam masa pandemi ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pascalarangan mudik Lebaran di masa pandemi virus korona, moda transportasi bus antarkotaantarprovinsi (AKAP) yang berangkat dari Jember masih belum melayani perjalanan tujuan ke Jakarta. Dikarenakan masih ada larangan masuk bus ke terminal di wilayah ibukota tersebut.

IKLAN

Larangan masuk ke ibukota bagi armada bus penumpang ini berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 116 tahun 2020 mengenai larangan mudik 2020 selama pandemi. Larangan tersebut berlaku hingga 7 Juni mendatang.

Kepala Kantor Perusahan Otobus (PO) Rosalia Indah Cabang Jember Bambang Iswanto menjelaskan, pihaknya hanya melayani keberangkatan menuju kantor agen Serpong, Bitung, Tangerang, dan Provinsi Banten.“Selain karena adanya larangan dari Kementerian Perhubungan, syarat untuk menuju Jakarta juga dinilai cukup banyak,” terangnya.  Itulah yang menjadi alasan pihaknya tidak memberangkatkan bus ke ibukota.

Lebih lanjut Bambang mengutarakan, karena tidak ada rute pemberangkatan ke Jakarta, pihaknya tidak menjadikan surat izin keluar masuk (SIKM) sebagai syarat penumpang menaiki bus Rosalia Indah. “Penumpang hanya diwajibkan untuk menyertakan surat keterangan sehat dari dokter, surat perjalanan dinas, dan surat dari kepala desa atau lurah tempat kediaman penumpang,” jelas dia.

Sementara itu, untuk tarif Bus Rosalia Indah dari Jember menuju Tangerang di masa pandemi ini sebesar Rp 700 ribu. Keberangkatan bus dijadwalkan setiap dua hari sekali.

Selain Rosalia Indah, hal serupa juga dilakukan oleh PO Bus Lorena. Lorena juga tidak melayani keberangkatan dari Jember menuju Jakarta. Kepala Cabang Jember PT Ekasari Lorena Zaini menjelaskan, pihaknya sejauh ini hanya memberikan perjalanan menuju Jember-Bogor saja.

Tarif yang dipatok menuju Bogor sebesar Rp 800 ribu tiap penumpang. Harga tiket itu naik dua kali lipat dari kondisi normal. “Setiap hari, hanya satu kali keberangkatan saja,” imbuhnya.

PO Bus Lorena pun mewajibkan penumpangnya untuk menunjukkan hasil tes negatif virus korona. Baik itu rapidtest maupun PCR. “Dalam satu trayek Jember-Bogor setidaknya biaya operasional bus tercukupi dari penjualan tiket. Rata-rata penumpang per hari kisaran 30-40 persen dari total 16 tempat duduk yang kami sediakan,” kata Zaini.

Meski begitu,masih ada PO bus di Jember yang belum membuka perjalanannya. Salah satunya PO Bus Gunung Harta yang memutuskan untuk belum beroperasi di tengah pandemi ini.

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: Muchammad Ainul Budi, Lintang Anis Bena Kinanti
Fotografer: Muchammad Ainul Budi