Mudik Gerakan Roda Perekonomian

GELIAT EKONOMI. KH.Abdul Muis atau Gus Muis Pengasuh Pondok Pesantren As Syafaah Tegalbesar Jember menilai mudik berpengaruh pada sektor ekonomi.

RADARJEMBER.ID – Mudik atau pulang kampung bagi sebagian masyarakat adalah sebuah keharusan, karena momentum Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk bersilahturahim ke sanak saudara, setelah mereka bekerja di perantauan.

IKLAN

Meskipun ada diantaranya yang tidak bisa mudik dikarenakan tidak memiliki anggaran yang cukup atau karena faktor pekerjaan atau tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Diakui atau tidak, mudik memiliki dampak luar biasa terhadap sektor perekonomian. Apalagi selama ini masyarakat beranggapan tanpa mengenakan baju baru merayakan idul fitri belumlah lengkap, tak heran bila masyarakat terlihat memenuhi pusat perbelanjaan modern. Hal itu disampaikan oleh KH. Abdul Muis atau akrab disapa Gus Muis, pengasuh Pondok Pesantren As Syafaah Tegalbesar Jember.

“Luar biasa sekali Idul Fitri ini berdampak terhadap roda perekonomian, karena dengan berbelanja di mal atau pertokoan modern, mereka yang bekerja di perantauan ingin menunjukan kesuksesannya,” jelas Gus Muis.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jember, dibalik mudik terkandung hal positif, yakni saling berbagi kepada orang lain, dimana yang bersangkutan membagikan rezekinya kepada oranglain diwujudkan baju baru atau perlengkapan sholat untuk dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Sementara itu Moch Syechan, salah seorang tokoh Kecamatan Tanggul, mengatakan mudik dan memakai baju baru merupakan tradisi turun temurun di Indonesia sampai sekarang ini.

“Baju baru itu kan kelihatan bersih tidak berdebu, hal tersebut melambangkan kebersihan hati seseorang di hari yang fitri.Hati yang bersih dari iri dan sombong, seharusnya ada di hati setiap manusia,” ungkap Syechan.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih