Tewas Menyeberangi Sungai Bondoyudo

Arus Kuat, Diduga Tidak Pintar Berenang

KORBAN TERSERET ARUS: Warga dan keluarga korban mengevakuasi lham Abrori yang sudah menjadi mayat. Korban ditemukan meninggal di dasar Sungai Bondoyudo, Kamis (2/1) sore. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID Warga Dusun Pucukan, Desa Tanggul Kulon, digegerkan dengan meninggalnya pelajar SMPN 1 Tanggul. Korban adalah lham Abrori, 12, yang tercatat siswa kelas VIII F (Kelas II). Dia tinggal di Dusun Krajan Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Jember.

IKLAN

Diketahui, korban terseret dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal saat menyeberangi aliran Sungai Bondoyudo bersama temannya. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, sebelum kejadian, lham Abrori berniat menyeberangi aliran Sungai Bondoyudo sepulang dari memancing. Saat itu, dia bersama dua kawannya, Moh Hanan Asrofi, 16, dan Asmal Masrov, 14.

“Sore itu hujan. Korban bersama temannya memutuskan untuk pulang,“ ujar anggota Polsek Tanggul. Akibat hujan itu pula, ketiganya mengambil jalan pintas agar cepat sampai rumah. lham Abrori mengajak kedua temannya untuk berenang menyeberangi Sungai Bondoyudo. Namun, karena arusnya sedang deras, lham Abrori tidak bisa mencapai pinggiran sungai. Akhirnya dia tenggelam.

”Saat korban ngajak berenang, sebenarnya dua temannya sudah menolak,” ujar petugas polsek yang menerima laporan dari teman korban. Sebab, di antara mereka ada yang tidak bisa berenang. Tapi karena didesak agar lebih cepat, akhirnya mereka bertiga nekat berenang.

Ironisnya, ternyata korban sendiri yang gagal mencapai seberang sungai. ”Kedua temannya selamat karena berhasil sampai di bibir sungai,” ujar petugas tadi.

Kepada polisi, kedua teman korban mengaku sempat mendengar teriakan korban yang merasa akan tenggelam. Namun, saat dilihat ke belakang, ternyata korban sudah tenggelam.

Melihat korban sudah tidak kelihatan, teman korban berteriak minta tolong kepada warga yang tidak jauh dari lokasi. ”Baru setelah 30 menit kemudian, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi tempat korban tenggelam dalam kondisi meninggal,”  ujar AKP Sugeng Supiyanto, Kapolsek Tanggul.

Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban. “Keluarga sudah menerima sebagai takdir, dan mayat korban tidak mau diotopsi,” pungkas Sugeng

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono