Mahasiswa Tuntut Kasus Ruri Dituntaskan

Kampus Harus Aman, Bebas dari Pelecehan Seksual

SUARAKAN KEADILAN: Para mahasiswa melakulan aksi unjukrasa lengkap dengan poster yang menuntut keadilan atas kasus Ruri (nama samaran), mahasiswa yang mengalami kekerasan seksual.

RADARJEMBER.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli penghapusan kekerasan seksual melakukan aksi demonstrasi, Kamis (2/5). Aksi tersebut menyerukan tuntutan penghapusan kekerasan seksual. Ini menyusul adanya pemberitaan di salah satu Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Universitas Jember terkait pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

IKLAN

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut adanya pengawalan terhadap isu kekerasan seksual yang menimpa Ruri (bukan nama sebenarnya) salah seorang mahasiswa yang mengalami kekerasan seksual. Korban mengalami persitiwa itu ketika menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Trisna, salah satu mahasiswa yang ikut dalam aliansi mendesak pihak kampus agar membuat prosedur atau mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual. Aksi yang digelar bertepatan dengan hari pendidikan nasional ini juga mempertanyakan kembali keseriusan pihak kampus mengusut kasus tersebut.

“Segala bentuk kekerasan seksual harus dihentikan. Harus ada pencegahan dan penanganan terkait kekerasan seksual. Terlebih lagi di lingkungan kampus,” kata Trisnas, saat beraudiensi dengan perwakilan kampus.

Selain orasi, unjukrasa tersebut juga dilakukan dengan aksi tiup pluit, tanda tangan petisi, dan teatrikal. Aksi peluit merupakan simbol yang menjadi peringatan tehadap kampus sebagai lembaga pendidikan. Karena seharusnya kampus memiliki komitmen untuk menjamin keamanan bagi civitas akademika.

“Kalau ada kasus seperti ini, apa kalian diam saja? Mari kita suarakan kepedulian kita terhadap penghapusan kekerasan seksual, ” tambahnya. (*)

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih