Dihantam Banjir, Pagar Sekolah Ambruk

AMBRUK: Pagar tembok MTs Negeri 2 Jember yang ambruk setelah diterjang banjir, Minggu (1/3) dini hari kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras di daerah Perkebunan Kalijompo, Kecamatan Sukorambi, membuat debit air Sungai Kalijompo meningkat. Akibatnya, air yang mengalir ke Sungai Gebang Poreng menyebabkan banjir. Derasnya aliran sungai juga menyebabkan pagar tembok MTs Negeri 2 Jember ambrol, Minggu (1/3) pukul 01.00 WIB.

IKLAN

Pagar tembok yang ambruk sepanjang 15 meter berada di belakang sekolah. Bukan hanya pagar yang ambrol, fondasi juga ikut ambrol karena derasnya air sungai. Sementara itu, pagar sepanjang 5 meter di bagian hilir juga terancam ambrol, karena fondasi dan pagar sudah terkikis dan mulai retak. “Selain pagar yang ambruk, tanah yang di bagian belakang, yang berdekatan dengan sekolah, juga ambrol selebar 3 meteran,” ujar Karto, penjaga MTs Negeri 2 Jember.

Kondisi ini cukup membahayakan, karena jarak pagar yang ambruk dengan ruang kelas sudah tidak terlalu jauh. “Rencananya, tembok yang ambrol akan dipasang anyaman bambu biar tidak membahayakan siswa,” lanjutnya.

Kejadian ini bukan hanya satu kali terjadi. Sebelumnya, pagar sekolah pernah ambruk akibat diterjang banjir pada 2006 silam. “Ambrolnya pagar karena saat terjadi banjir, air langsung menghantam bagian fondasi dan pagar,” ujarnya.

Apalagi, sekarang ini air langsung membentur bagian fondasi setelah aliran sungai menjadi satu ke utara. Sementara itu, di sisi selatan banyak tumpukan batu sehingga air sungai banjir langsung menabrak tembok sekolah.

Kepala MTs Negeri 2 Jember Nurul Faridha menuturkan, untuk sementara pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Jember, BPBD Jember, serta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air. “Untuk sementara pagar yang ambruk nantinya kita pasang dinding dari sesek bambu,” pungkasnya.

Di sisi lain, puluhan pengusaha kecambah yang memanfaatkaan Sungai Gebang Poreng selamat dari banjir yang terjadi. Rata-rata mereka sudah mendapat informasi bahwa debit air Sungai Kalijompo meninggi. Saat itu juga warga yang memiliki usaha membuat kecambah langsung bergegas mengamankan hasil panenan mereka. “Sebelum terjadi banjir, semua kecambah sudah dinaikkan ke atas, sehingga aman dari banjir,” ujar Yusup, warga Lingkungan Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti