Swafoto di Taman Senilai Rp 4 Miliar

MODEL PELANGI: Lampu pelangi Jembatan Semanggi mulai jadi salah satu alternatif warga untuk berswafoto di malam tahun baru. Apalagi, nilai pembuatan taman tersebut sangat fantastis, Rp 4,4 miliar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perayaan malam tahun baru menjadi ajang untuk melepas kenangan dan memulai kehidupan baru. Pada malam pergantian tahun 2019 ke 2020, banyak orang melakukan pengajian serta doa bersama.

IKLAN

Ada yang mendatangi tempat wisata, bakar ikan, atau bercanda bersama keluarga. Nah, tadi malam juga banyak orang yang menghabiskan waktunya di tempat tak berbayar. Seperti di Jembatan Semanggi yang dihiasi lampu Pelangi, yang sempat jadi kontroversi.

Pada jembatan tersebut, sejumlah warga nekat berhenti untuk sekadar berswafoto (selfie). Beberapa di antaranya bahkan sempat nongkrong. Sementara, anak-anak muda lebih memilih duduk-duduk santai melihat pemandangan pelangi dari taman Semanggi.

Afiasari, 33, warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, menyebutkan, dirinya sengaja berencana menghabiskan waktu malam di sekitar Jembatan Semanggi. “Saya dan keluarga muter-muter juga di sekitar kota. Kemudian foto-fotoan di jembatan,” katanya.

Dikatakannya, momen pergantian tahun merupakan momen yang cukup penting bagi banyak orang. Apalagi, tahun 2019 telah menjadi kenangan indah yang telah dilalui bersama keluarga, teman kerja, atau yang lain. “Tahun baru kebetulan bersama keluarga. Harapannya, tahun 2020 nanti semoga sukses dan Jember lebih maju,” paparnya.

Pada malam pergantian tahun, sejatinya banyak orang yang tertarik untuk sekadar berswafoto di jembatan pelangi yang belum tuntas 100 persen tersebut.

“Maunya lama di sini, tetapi tidak ada tempat parkirnya. Kalau di bawah kan jauh,” kata salah seorang warga yang sempat berhenti dan berswafoto di atas sepeda motornya. Terlepas dengan adanya anggaran revitalisasi jembatan yang dinilai sejumlah orang mubazir, pastinya jembatan Semanggi yang dianggarkan sebesar Rp 4,4 miliar lebih akan menghiasai Jember tahun 2020 dan tahun berikutnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Tri Joko

Editor : Hadi Sumarsono