334 Motor Protolan, Knalpot Brong Diamankan 

MIRIP DEALER: Ratusan kendaraan sepeda motor yang tidak sesuai standar diamankan dalam razia menjelang pergantian tahun baru, Selasa (31/12) malam. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID Untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan motor yang tidak sesuai dengan standar, Satlantas Polres Jember melakukan razia. Dalam razia tersebut, sedikitnya 334 unit kendaraan roda dua berbagai merek terjaring. Razia dilakukan di tiga titik, Selasa (31/12) malam.

IKLAN

Dari titik pertama yakni di Jalan PB Sudirman (kawasan Bhayangkara) polisi membawa 59 motor. Kemudian, di Simpang Tiga Jompo (Jalan Sultan Agung) ada 109 unit roda dua. Sementara, di Jalan Letjen Panjaitan Sumbersari (sekitar RRI), ada 20 unit.

Dari jumlah tersebut, rata-rata kendaraan tak sesuai standar. Seperti tidak ada spion, lampu sudah diganti (lebih kecil). Banyak pula roda depan dan belakang yang diganti ban kecil.

”Spion motor dicoplok. Setang setir sudah diganti yang lebih pendek, dan banyak yang tidak menggunakan rem cakram. Bahkan, saat mengendarai motor tidak menggunakan helm,” ujar AKP Edwin Nathanael, Kasatlantas Polres Jember.

Sementara itu, dari 192 motor yang diamankan, ada 117 unit kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong. ”Sehingga selama sebulan dilakukan penertiban, Polantas Polres Jember total mengamankan 334 unit kendaraan sepeda motor,” ujarnya.

Barang bukti 334 unit motor ini adalah hasil keseluruhan. Baik yang dilakukan di wilayah perkotaan maupun di wilayah pinggiran (polsek). ”Untuk kendaraan yang tidak standar ini memang banyak yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” lanjutnya.

Selama sebulan itu, awalnya petugas melakukan patroli balap liar sewilayah Jember. Baik dalam kota maupun di wilayah hukum Polsek se-Jember. ”Jadi, ada beberapa tahapan, tindakan dan penindakan kendaraan roda dua yang dilaksanakan selama bulan Desember 2019,” kata Kasat.

Pemilik motor bisa mengambil barang bukti, tapi harus mengganti atau memasang kelengkapan motornya. ”Pokoknya motor itu kembalikan ke standarnya. Selain itu, pemilik harus bisa menunjukkan kelengkapan surat suratnya seperti STNK dan BPKB. Jika lengkap, motor bisa dibawa pulang,” pungkas Edwin.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono