Pasien Korona Tinggal 20 Orang

Punya TCM, Bisa Deteksi Korona 2 Jam

OPTIMIS: Jajaran Muspida Kabupaten Lumajang saat memberikan keterangan mengenai kondisi penyebaran virus korona di Lumajang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah menjalani perawatan selama berminggu-minggu, bahkan hingga berbulan-bulan, jumlah pasien terpapar virus korona yang sembuh semakin meningkat. Terakhir jumlahnya bertambah 9 orang. Praktis jumlahnya tembus 21 orang. Sehingga orang yang masih dinyatakan tertular positif tersisa hampir separuhnya. Termasuk dikurangi 4 orang yang meninggal ketika menjalani pemeriksaan dan perawatan.

IKLAN

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, dari jumlah 45 orang yang tertular virus korona, tinggal 20 orang yang masih menjalani perawatan. Namun tidak seluruhnya dirawat di rumah sakit. Hanya beberapa orang saja, kurang lebih sekitar 6 orang. Sedangkan 14 orang lainnya diperbolehkan menjalani isolasi di rumah masing-masing dengan pemantauan tenaga kesehatan.

Bupati Thoriqul Haq menjelaskan, penurunan grafik orang yang terkonfirmasi positif menjadi kabar baik untuk Lumajang. Sebab, harapan pasien tertular untuk bisa sembuh semakin besar. Dimulai dari usia balita hingga orang lansia sekali pun punya potensi kesembuhan yang sama. Tergantung keseriusan menjalani saran dokter dan perawat.

Alhamdulillah orang-orang tersebut dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab negatif selama dua kali berturut-turut,” ujarnya. Namun penerapan isolasi mandiri selama dua minggu perlu dilakukan untuk sterilisasi dan mengembalikan kepercayaan pasien. Sehingga keluar isolasi betul-betul sehat dan bisa beraktivitas normal.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo menjelaskan, rata-rata orang yang tertular memang menjalani isolasi di rumah masing-masing. Hanya beberapa orang saja yang melakukannya di rumah sakit. Sebab, di rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi. “Nah 6 orang yang dirawat ini memang orang tanpa gejala (OTG) dan terpaksa dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk diketahui, tersedianya alat tes cepat molekuler (TCM) yang telah ada sangat membantu untuk mendeteksi penularan dengan cepat. Sehingga upaya memutus penularan korona bisa segera terlaksana. “Penggunaannya kita menggunakan catridge khusus. Jadi untuk mendeteksi kita tidak butuh waktu lama. Yang sembuh kabarnya bertambah satu,” tegasnya.

Insentif Korona Belum Cair

Sementara itu petugas medis penanganan korona tampaknya harus lebih bersabar dalam menerima dana insentif. Sebab, sampai saat ini pemerintah masih melakukan pendataan. Praktis pencairan bakal sedikit lebih lama. Sementara ini masih dilakukan identifikasi siapa saja yang berhak menerima insentif dari Kemenkes dan dan siapa saja yang menerima dari APBD.

Perhatian APBD Lumajang dipastikan tidak akan menyentuh seluruh petugas medis penanganan korona. Sebab, sebagian besar petugas yang mendapatkan SK dari gubernur bakal menerima insentif dari kementerian. Sedangkan petugas lainnya yang tidak tercantum bakal diakomodir oleh anggaran kabupaten.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo menjelaskan, insentif Kemenkes hanya diberikan pada tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan langsung pada pasien korona. Baik yang melayani ODP, PDP dan pasien yang dinyatakan positif. Seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan dan petugas yang melayani di ruang isolasi. “Serta petugas dinas kesehatan yang melakukan pelacakan kasus, petugas puskesmas, dokter, perawat dan petugas lain yang melakukan pelacakan kasus,” ujarnya.

Mereka dipastikan mendapatkan insentif sesuai dengan waktu lama bekerja dan jumlah pasien yang ditangani. Tidak dipukul rata sama. Antara perawat satu dan lainnya kemungkinan bisa berbeda. Kecuali rumah sakit Kecamatan Pasirian. Seluruh tenaga medis di rumah sakit ini kabarnya tidak mendapatkan insentif dari pusat. Sebab, mereka tidak mendapatkan SK dari gubernur. “Mereka bakal diikutkan dengan petugas lainnya dan akan mendapatkan perhatian dari daerah,” tambahnya.

Termasuk untuk sopir, petugas pengolah limbah korona dan petugas pemularan jenazah yang tidak mendapatkan insentif dari pusat bakal dikaver juga menggunakan anggaran daerah. Langkah tersebut untuk mengapresiasi jasa pengorbanan waktu selama menangani korona. “Ini kita masih menunggu pengajuan rumah sakit dan puskesmas,” pungkasnya.

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan