Duku Jember Miliki Rasa Lebih Manis

BUAH LOKAL: Di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, ternyata masyarakatnya telah membudidayakan tanaman buah duku semenjak 2009 lalu.

AJUNG.RADARJEMBER.ID– Popularitas buah duku dari Dusun Curah Kates, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Jember, memang belum  begitu moncer. Padahal di desa itu buah tersebut berasa lebih manis dan ditanam hampir di semua pekarangan warga setempat.

IKLAN

Ketua Asosiasi Petani Duku Dusun Curah Kates Mustamin mengatakan, saat ini di dusun tersebut terdapat lebih dari 400 rumah yang menanam duku. “Duku di Dusun Curah Kates ini memang sudah lama ada. Namun baru  dibudidayakan oleh warga tahun 2009 karena sangat menguntungkan,” ungkapnya.

Dari Mustamin mengaku, di Dusun Curah Kates tercatat lebih 1.500 tanaman duku berusia remaja. Dari jumlah tersebut, 500 pohon di antaranya telah berbuah dan bisa menghasilkan satu kuintal per pohon.

“Januari sampai Mei adalah saat panen duku. Tanaman ini oleh warga dibiarkan tumbuh alami tanpa memerlukan perawatan khusus,” ucapnya. Menurut Mustamin, duku dari Kecamatan Ajung ini  memiliki rasa lebih manis dan bentuk buahnya lebih besar dibandingkan duku Palembang. Sementara harganya mencapai Rp 25 ribu per Kg.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Holtikultura Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Jember Mat Satuki menegaskan, seiring perkembangan waktu, duku dari Kabupaten Jember itu mulai banyak diminati orang.

“Saat ini Dusun Curah Kates merupakan sentra penghasil duku di Kabupaten Jember. Kedepan, dinas akan mengembangkan tananaman duku di kecamatan lain, seperti Mumbulsari dan Jenggawah,” jelasnya.

Keberadaan tanaman duku di Desa Klompangan itu saat ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Aalagi duku produk lokal Jember tersebut lambat-laun mulai dikenal. Terlebih setelah ramai diunggah di media sosial. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih