Pernikahan Dini Masih Jadi Tantangan Pendidikan

NAKHODA BARU: Prosesi sertijab Kepala SMKN 1 Grujugan, Bondowoso. Dari sebelumnya Bambang Sutjipto beralih ke Mukty Asnan. Prosesi ini dipimpin Kacabdin Jatim wilayah Bondowoso Sugiono Eksantoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pernikahan dini di Bondowoso masih menjadi tantangan dunia pendidikan di kabupaten setempat. Hal ini terungkap saat prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala SMKN 1 Grujugan, Kamis (28/5) kemarin. Mukty Asnan dikukuhkan sebagai kepala sekolah yang baru menggantikan Bambang Sutjipto. Sementara Bambang, menempati posisi anyar menjadi Kepala SMKN 2 Bondowoso.

IKLAN

Prosesi sertijab yang dipimpin Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Bondowoso Sugiono Eksantoso tersebut, berlangsung cukup sederhana. Ini mengingat kondisi masih dalam pandemi Covid-19. Sehingga acara sertijab itu dilaksanakan dengan menjaga protokol kesehatan, dan hanya diikuti oleh beberapa guru, serta pegawai Cabdin Bondowoso. Kendati demikian, prosesi tersebut tetap terlihat sakral.

Bambang, yang telah memimpin SMKN 1 Grujugan sejak 2007 ini menyampaikan permintaan maaf, jika selama menjabat banyak kekhilafan yang dilakukan. Selanjutnya, Wakil Ketua PGRI Jatim tersebut memberikan pesan bagaimana peran sentral pendidikan SMK dalam membangun peradaban bangsa. “Guru adalah garda terdepan pemutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan kejuruan yang berkualitas,” kata Bambang.

Saat berpidato, Kepala SMKN 1 Grujugan yang baru, Mukty Asnan menyatakan siap melanjutkan semua program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh kepala sekolah sebelumnya. “Alhamdulilah saya bisa menangkap bagaimana permasalahan yang telah disampaikan Gus Bambang. Mulai dari tantangan pernikahan dini, sertifikat tanah sekolah, dan semua itu saya dengan segala kerendahan hati memohon semua warga sekolah bisa menjadi tim yang kompak,” ujarnya.

Sementara itu, Kacabdin Bondowoso Sugiono Eksantoso, dalam sambutannya menyampaikan, ruh lembaga pendidikan bukan karena fisiknya yang bagus, tapi lebih kepada kinerja dan transparansi. “Transparansi menjadi titik tekan utama. Silakan susun RKAS bersama-sama. Kepala sekolah tidak hanya duduk manis di ruang kerjanya. Harus mencari peluang di DUDI (dunia usaha dan dunia industri, Red), serta terus berinovasi,” pesannya.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Mahrus Sholih