BPBD Bondowoso Siap Siaga Hadapi Musim Hujan Awal Tahun

KOORDINASI : Sejumlah personil dari BPBD Bondowoso ketika berkoordinasi mempersiapkan penanggulangan bencana. Mereka saat ini sudah siap untuk menyambut cuaca ekstrem

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso telah bersiap-siap menghadapi musim penghujan di awal 2020. Sebab, dari perkiraan sementara, potensi cuaca ekstrem bakal terjadi dalam waktu dekat.

IKLAN

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko mengatakan, yang harus diwaspadai ada tiga ancaman. Diantaranya angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Bondowoso ini berpotensi rawan bencana.

“Namun, ada beberapa Kecamatan yang menjadi kawasan sanagat rawan bencana banjir. Diantaranya Cermee, Curahdami dan Tegalampel. Ada juga yang rawan longsor diantaranya Grujugan, Klabang, Maesan, Pakem, Prajekan, Ijen, Taman Krocok, Tegalampel, Tlogosari, Curahdami dan Wringin,” paparnya saat dikonfirmasi di Kantor BPBD Bondowoso.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Terlebih di kawasan rawan bencana. Sebab, bencana bisa datang kapan pun. “Harus tetap waspada dan memantau kondisi saat hujan, agar langsung berlindung jika ada potensi angin kencang. Apalagi saat di ladang, diupayakan kembali ke rumah masing-masing. Untuk menjaga agar tidak terjadi hal tidak diinginkan,” imbaunya.

Menurutnya, sikap siaga dan waspada perlu dilakukan dalam keadaan apapun. Bukan hanya petugas, namun juga masyarakat harus selalu siap dan waspada. Caranya, seperti menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan saat bencana. Harapannya, saat dibutuhkan sewaktu-waktu, semuanya sudah siap.

Karena dari data BPBD, untuk angka kesiap siagaan dalam menghadapi bencana lebih banyak pada kesiap siagaan diri sendiri. Bukan semuanya terletak pada upaya dari tim penanggulangan bencana.

“Kesiapsiagaan menghadapi bencana untuk diri sendiri sebesar 34,9 persen, dukungan anggota keluarga 31,9 persen, dari teman dan tetangga 28,1 persen, orang lewat yang menolong 2,6 persen, pertolongan dari petugas 1,7 persen, lain-lain seperti relawan hanya 0,9 persen. Jadi jangan hanya berpatok kepada petugas saja,” tegasnya.

“Kesiapan dari BPBD Bondowoso juga sudah melakukan pemantauan dan mitigasi terhadap daerah yang memungkinkan terjadinya banjir dan longsor. Kami juga sudah memberikan sosialisasi pada masyarakat dan siswa tanggap bencana,” tutupnya.

 

Fotografer : Muhammad Nurul Yaqin
Reporter : Muhammad Nurul Yaqin

Reporter :

Fotografer :

Editor : Hafid Asnan