alexametrics
28.3C
Jember
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tak Langsung Diambil Alih

Pemkab Surati Para Pemilik Kios yang Tutup

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah kios yang berada di Pasar Induk Bondowoso seharusnya digunakan sebagai tempat jualan. Namun, sejumlah kios terlihat tutup. Bahkan ada yang hanya dijadikan gudang. Guna menindak tegas, pemkab, dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), tak langsung mengambil alih. Para pemilik kios diberi surat terlebih dahulu.

Didik Muriyanto, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat peringatan tentang penataan pasar induk kepada para pengguna kios yang masih tutup dan tidak ada aktivitas jual belinya. Ketika dalam jangka waktu 30 hari pasca-diterimanya surat tersebut belum ada aktivitas usaha, pihaknya akan kembali melayangkan surat peringatan. “Sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami sudah mengirim surat kepada para pengguna kios,” tegasnya.

Dijelaskan, sebelum diterbitkannya surat pencabutan hak untuk menempati kios, Diskoperindag akan melayangkan beberapa surat peringatan. Mulai surat peringatan pertama dengan jangka waktu 14 hari untuk menjalankan apa poin yang terdapat dalam surat peringatan tersebut. Kemudian, ketika belum dilaksanakan, maka pihaknya akan kembali menerbitkan surat peringatan kedua yang memiliki jangka waktu lebih pendek, yakni hanya 7 hari. Jika belum dilaksanakan juga surat peringatan tersebut, maka pihaknya juga kembali melayangkan surat peringatan ketiga dengan jangka waktu yang sama dengan surat peringatan kedua.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jika telah dilayangkan beberapa surat tersebut, kemudian masih ada kios yang tutup, sesuai dengan peraturan yang ada, kami akan menerbitkan surat pencabutan hak untuk menempati kios tersebut. Dan akan ditunjuk pihak lain untuk menempatinya,” terangnya.

Dirinya juga mengaku bahwa dalam menjalankan tugasnya, pihaknya berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, dalam melakukan penutupan atau pengalihan pengguna kios harus melalui beberapa proses. “Ada proses di sana. Jadi tidak setelah kami surati, kemudian langsung kami tutup. Ada aturannya juga,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

 

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah kios yang berada di Pasar Induk Bondowoso seharusnya digunakan sebagai tempat jualan. Namun, sejumlah kios terlihat tutup. Bahkan ada yang hanya dijadikan gudang. Guna menindak tegas, pemkab, dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), tak langsung mengambil alih. Para pemilik kios diberi surat terlebih dahulu.

Didik Muriyanto, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat peringatan tentang penataan pasar induk kepada para pengguna kios yang masih tutup dan tidak ada aktivitas jual belinya. Ketika dalam jangka waktu 30 hari pasca-diterimanya surat tersebut belum ada aktivitas usaha, pihaknya akan kembali melayangkan surat peringatan. “Sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami sudah mengirim surat kepada para pengguna kios,” tegasnya.

Dijelaskan, sebelum diterbitkannya surat pencabutan hak untuk menempati kios, Diskoperindag akan melayangkan beberapa surat peringatan. Mulai surat peringatan pertama dengan jangka waktu 14 hari untuk menjalankan apa poin yang terdapat dalam surat peringatan tersebut. Kemudian, ketika belum dilaksanakan, maka pihaknya akan kembali menerbitkan surat peringatan kedua yang memiliki jangka waktu lebih pendek, yakni hanya 7 hari. Jika belum dilaksanakan juga surat peringatan tersebut, maka pihaknya juga kembali melayangkan surat peringatan ketiga dengan jangka waktu yang sama dengan surat peringatan kedua.

Mobile_AP_Half Page

“Jika telah dilayangkan beberapa surat tersebut, kemudian masih ada kios yang tutup, sesuai dengan peraturan yang ada, kami akan menerbitkan surat pencabutan hak untuk menempati kios tersebut. Dan akan ditunjuk pihak lain untuk menempatinya,” terangnya.

Dirinya juga mengaku bahwa dalam menjalankan tugasnya, pihaknya berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, dalam melakukan penutupan atau pengalihan pengguna kios harus melalui beberapa proses. “Ada proses di sana. Jadi tidak setelah kami surati, kemudian langsung kami tutup. Ada aturannya juga,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

 

Desktop_AP_Leaderboard 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah kios yang berada di Pasar Induk Bondowoso seharusnya digunakan sebagai tempat jualan. Namun, sejumlah kios terlihat tutup. Bahkan ada yang hanya dijadikan gudang. Guna menindak tegas, pemkab, dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), tak langsung mengambil alih. Para pemilik kios diberi surat terlebih dahulu.

Didik Muriyanto, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso, mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat peringatan tentang penataan pasar induk kepada para pengguna kios yang masih tutup dan tidak ada aktivitas jual belinya. Ketika dalam jangka waktu 30 hari pasca-diterimanya surat tersebut belum ada aktivitas usaha, pihaknya akan kembali melayangkan surat peringatan. “Sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami sudah mengirim surat kepada para pengguna kios,” tegasnya.

Dijelaskan, sebelum diterbitkannya surat pencabutan hak untuk menempati kios, Diskoperindag akan melayangkan beberapa surat peringatan. Mulai surat peringatan pertama dengan jangka waktu 14 hari untuk menjalankan apa poin yang terdapat dalam surat peringatan tersebut. Kemudian, ketika belum dilaksanakan, maka pihaknya akan kembali menerbitkan surat peringatan kedua yang memiliki jangka waktu lebih pendek, yakni hanya 7 hari. Jika belum dilaksanakan juga surat peringatan tersebut, maka pihaknya juga kembali melayangkan surat peringatan ketiga dengan jangka waktu yang sama dengan surat peringatan kedua.

“Jika telah dilayangkan beberapa surat tersebut, kemudian masih ada kios yang tutup, sesuai dengan peraturan yang ada, kami akan menerbitkan surat pencabutan hak untuk menempati kios tersebut. Dan akan ditunjuk pihak lain untuk menempatinya,” terangnya.

Dirinya juga mengaku bahwa dalam menjalankan tugasnya, pihaknya berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, dalam melakukan penutupan atau pengalihan pengguna kios harus melalui beberapa proses. “Ada proses di sana. Jadi tidak setelah kami surati, kemudian langsung kami tutup. Ada aturannya juga,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Penyebab Dominan dari Truk Pasir

Perlu Rumah Sakit Khusus

Terdakwa PTBG Dituntut Tinggi

Desktop_AP_Rectangle 2