alexametrics
24.6C
Jember
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Wisata Kuliner

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dulu tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Lokasinya di Desa Pejaten, Bondowoso. Kini, tempat tersebut disulap menjadi tempat wisata kuliner.

Berawal pada 2018 lalu, sekumpulan pemuda desa yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), berinisiatif mengubah lahan kosong yang dijadikan pembuangan sampah. Para pemuda lantas berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dibuatlah BUMDes. Baru awal 2020, wisata kuliner Tanian Lanjheng diresmikan. Baru dibuka, datanglah pandemi Cocvid-19. “Karena ada pandemi, hampir satu tahun kami tutup. Kemudian, awal 2021 ini kami coba buka kembali dengan beberapa konsep tambahan,” jelas Jonianto, Kepala Desa Pejaten,

Selain tempat wisata, tempat tersebut dibuat karena alasan keamanan. Dulu tempat itu menjadi tempat yang sangat rawan karena tidak adanya lampu penerangan. Ditambah tanaman tebu yang tinggi, membuat tingkat kerawanan semakin tinggi, khususnya pada malam hari. “Dari adanya destinasi wisata ini, kami ingin lampu jalan bisa masuk ke sini, sehingga kalau malam tidak menakutkan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih Lanjut, Jonianto mengatakan bahwa berdirinya destinasi wisata tersebut berkat dukungan dan antusiasme warga yang cukup tinggi. “Dukungan masyarakat sangat luar biasa, sehingga keinginan kami memiliki wisata akhirnya terwujud dengan adanya wisata kuliner Tanian Lanjheng,” tandasnya.

Sementara itu, Usman, salah seorang warga, mengatakan, dengan dibukanya wisata di titik tersebut, bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa membuka warung dan berjualan di kawasan wisata kuliner tersebut. Di depan wisata kuliner itu ada agrowisata yang unik. Sebagian lagi bisa menjadi penjaga di agrowisata yang tepat berada di depan wisata kuliner tersebut.

“Jauh lebih bagus dibandingkan sebelum adanya wisata di tempat itu. Dulu jika malam lewat sini warga itu takut. Kan penuh dengan tebu dulu di depan warung ini,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dulu tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Lokasinya di Desa Pejaten, Bondowoso. Kini, tempat tersebut disulap menjadi tempat wisata kuliner.

Berawal pada 2018 lalu, sekumpulan pemuda desa yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), berinisiatif mengubah lahan kosong yang dijadikan pembuangan sampah. Para pemuda lantas berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dibuatlah BUMDes. Baru awal 2020, wisata kuliner Tanian Lanjheng diresmikan. Baru dibuka, datanglah pandemi Cocvid-19. “Karena ada pandemi, hampir satu tahun kami tutup. Kemudian, awal 2021 ini kami coba buka kembali dengan beberapa konsep tambahan,” jelas Jonianto, Kepala Desa Pejaten,

Selain tempat wisata, tempat tersebut dibuat karena alasan keamanan. Dulu tempat itu menjadi tempat yang sangat rawan karena tidak adanya lampu penerangan. Ditambah tanaman tebu yang tinggi, membuat tingkat kerawanan semakin tinggi, khususnya pada malam hari. “Dari adanya destinasi wisata ini, kami ingin lampu jalan bisa masuk ke sini, sehingga kalau malam tidak menakutkan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Half Page

Lebih Lanjut, Jonianto mengatakan bahwa berdirinya destinasi wisata tersebut berkat dukungan dan antusiasme warga yang cukup tinggi. “Dukungan masyarakat sangat luar biasa, sehingga keinginan kami memiliki wisata akhirnya terwujud dengan adanya wisata kuliner Tanian Lanjheng,” tandasnya.

Sementara itu, Usman, salah seorang warga, mengatakan, dengan dibukanya wisata di titik tersebut, bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa membuka warung dan berjualan di kawasan wisata kuliner tersebut. Di depan wisata kuliner itu ada agrowisata yang unik. Sebagian lagi bisa menjadi penjaga di agrowisata yang tepat berada di depan wisata kuliner tersebut.

“Jauh lebih bagus dibandingkan sebelum adanya wisata di tempat itu. Dulu jika malam lewat sini warga itu takut. Kan penuh dengan tebu dulu di depan warung ini,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dulu tempat ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Lokasinya di Desa Pejaten, Bondowoso. Kini, tempat tersebut disulap menjadi tempat wisata kuliner.

Berawal pada 2018 lalu, sekumpulan pemuda desa yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), berinisiatif mengubah lahan kosong yang dijadikan pembuangan sampah. Para pemuda lantas berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dibuatlah BUMDes. Baru awal 2020, wisata kuliner Tanian Lanjheng diresmikan. Baru dibuka, datanglah pandemi Cocvid-19. “Karena ada pandemi, hampir satu tahun kami tutup. Kemudian, awal 2021 ini kami coba buka kembali dengan beberapa konsep tambahan,” jelas Jonianto, Kepala Desa Pejaten,

Selain tempat wisata, tempat tersebut dibuat karena alasan keamanan. Dulu tempat itu menjadi tempat yang sangat rawan karena tidak adanya lampu penerangan. Ditambah tanaman tebu yang tinggi, membuat tingkat kerawanan semakin tinggi, khususnya pada malam hari. “Dari adanya destinasi wisata ini, kami ingin lampu jalan bisa masuk ke sini, sehingga kalau malam tidak menakutkan,” imbuhnya.

Lebih Lanjut, Jonianto mengatakan bahwa berdirinya destinasi wisata tersebut berkat dukungan dan antusiasme warga yang cukup tinggi. “Dukungan masyarakat sangat luar biasa, sehingga keinginan kami memiliki wisata akhirnya terwujud dengan adanya wisata kuliner Tanian Lanjheng,” tandasnya.

Sementara itu, Usman, salah seorang warga, mengatakan, dengan dibukanya wisata di titik tersebut, bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa membuka warung dan berjualan di kawasan wisata kuliner tersebut. Di depan wisata kuliner itu ada agrowisata yang unik. Sebagian lagi bisa menjadi penjaga di agrowisata yang tepat berada di depan wisata kuliner tersebut.

“Jauh lebih bagus dibandingkan sebelum adanya wisata di tempat itu. Dulu jika malam lewat sini warga itu takut. Kan penuh dengan tebu dulu di depan warung ini,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Simulasi Tatap Muka Ditunda

Agus Setiawan Terpilih Aklamasi

Warga Tutup Akses Roda Empat

Desktop_AP_Rectangle 2