alexametrics
24.6C
Jember
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pandemi, Ciptakan Taman Baca

Untuk Siswa Belajar Bersama

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mayoritas masyarakat sebenarnya menginginkan sekolah tatap muka segera aktif kembali. Sebab, sudah setahun ini anak-anak tidak mengenyam pendidikan di sekolah. Untuk mengisi kekosongan anak-anak, Faizatul Khoiriyah, warga Desa Ambulu, Wringin, membuat taman baca.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, dia menceritakan bahwa taman baca itu berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi siswa. Saat pandemi mereka banyak di rumah. “Di kondisi seperti sekarang kami sekeluarga sangat prihatin melihat kondisi siswa-siswi yang kurang aktif dalam belajar, sehingga kami sekeluarga membuat taman baca untuk kalangan SMP ke bawah,” jelasnya.

Dia membuat bangunan di samping rumahnya. Setiap hari beberapa anak belajar bersama. Mereka dibimbing juga ketika belajar. Harapannya, walau di rumah, mereka tidak ketinggalan pelajaran yang semestinya didapat di bangku sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, saat ini pihaknya masih kesulitan dalam pemenuhan buku. Harapannya, ada perhatian dari berbagai kalangan untuk membantu siswa belajar di rumah.

 

 

Jurnalis :
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mayoritas masyarakat sebenarnya menginginkan sekolah tatap muka segera aktif kembali. Sebab, sudah setahun ini anak-anak tidak mengenyam pendidikan di sekolah. Untuk mengisi kekosongan anak-anak, Faizatul Khoiriyah, warga Desa Ambulu, Wringin, membuat taman baca.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, dia menceritakan bahwa taman baca itu berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi siswa. Saat pandemi mereka banyak di rumah. “Di kondisi seperti sekarang kami sekeluarga sangat prihatin melihat kondisi siswa-siswi yang kurang aktif dalam belajar, sehingga kami sekeluarga membuat taman baca untuk kalangan SMP ke bawah,” jelasnya.

Dia membuat bangunan di samping rumahnya. Setiap hari beberapa anak belajar bersama. Mereka dibimbing juga ketika belajar. Harapannya, walau di rumah, mereka tidak ketinggalan pelajaran yang semestinya didapat di bangku sekolah.

Mobile_AP_Half Page

Namun, saat ini pihaknya masih kesulitan dalam pemenuhan buku. Harapannya, ada perhatian dari berbagai kalangan untuk membantu siswa belajar di rumah.

 

 

Jurnalis :
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Mayoritas masyarakat sebenarnya menginginkan sekolah tatap muka segera aktif kembali. Sebab, sudah setahun ini anak-anak tidak mengenyam pendidikan di sekolah. Untuk mengisi kekosongan anak-anak, Faizatul Khoiriyah, warga Desa Ambulu, Wringin, membuat taman baca.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, dia menceritakan bahwa taman baca itu berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi siswa. Saat pandemi mereka banyak di rumah. “Di kondisi seperti sekarang kami sekeluarga sangat prihatin melihat kondisi siswa-siswi yang kurang aktif dalam belajar, sehingga kami sekeluarga membuat taman baca untuk kalangan SMP ke bawah,” jelasnya.

Dia membuat bangunan di samping rumahnya. Setiap hari beberapa anak belajar bersama. Mereka dibimbing juga ketika belajar. Harapannya, walau di rumah, mereka tidak ketinggalan pelajaran yang semestinya didapat di bangku sekolah.

Namun, saat ini pihaknya masih kesulitan dalam pemenuhan buku. Harapannya, ada perhatian dari berbagai kalangan untuk membantu siswa belajar di rumah.

 

 

Jurnalis :
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Pilih Cegah atau Mengobati?

Perlu Rumah Sakit Khusus

Langganan Baru Langsung Dapat Jersey

Desktop_AP_Rectangle 2