Hadapi Interpelasi, Bupati Salwa Santai

SAAT PARIPURNA: Bupati Salwa Arifin saat di agenda Paripurna DPRD 1 Agustus 2019.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menanggapi adanya polemik interpelasi yang bersumber dari mutasi, bupati tenang-tenang saja. Bahkan pihaknya menegaskan tidak ada masalah mengenai mutasi. Biasa-biasa saja.

IKLAN

Bupati Salwa Arifin mengatakan, menghadapi interpelasi pihaknya merasa tidak ada persoalan yang serius. Bahkan ketika pemkab diundang Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), tidak ada permasalahan serius di Pemkab Bondowoso. “Saya kira tidak ada kesulitan. Biasa-biasa saja,” tegasnya singkat.

Catatan Jawa Pos Radar Ijen, saat DPRD mengambil keputusan interpelasi, saat itu rapat paripurna menyatakan aklamasi. Namun usai rapat paripurna, Fraksi Persatuan Pembangunan-Demokrat, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Keadilan Sejahtera memberontak. Mereka tidak terima dengan singkatnya pengambilan keputusan. Namun karena palu sudah didok, keberatan itu menjadi hal yang sia-sia.

Ketua DPRD Ahmad Dhafir mengatakan, ada proses panjang sampai akhirnya ada keputusan interpelasi. Sebab interpelasi itu bukan interpelasi pemohon, namun menjadi interpelasi DPRD. Karenanya dalam prosesnya, pimpinan memberikan kesempatan kepada pemohon untuk memaparkan alasannya. “Kemudian memberikan kesempatan kepada fraksi, untuk menanggapi materi pemohon,” jelasnya.

Sementara duduk permasalahan interpelasi adalah mutasi ASN. Dianggap mutasi yang dilakukan Pemkab melanggar undang-undang. Pertama tentang dugaan pelanggaran perundang-undangan terkait SK Panitia Penilai Kinerja. Ada dua SK Bupati tentang panitia Penilai Kinerja. Perbedaan dari kedua SK Panitia Penilai Kinerja tersebut membuat debatable.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan