Perajin Kayu Masih Bergeliat Produksi

Awal Pandemi Sempat Tutup, Kini Mulai Manfaatkan Pasar Daring

SEMANGAT PRODUKSI: Salah satu karya dari limbah kayu milik pengusaha kerajinan tangan, Rosalina. Pandemi menjadi tantangan besar bagi kalangan pengusaha UMKM.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sektor UMKM masih terus bergeliat melawan pandemi Covid-19 walaupun saat ini dilema. Hidup segan mati pun tak mau. Semangat untuk pengusaha UMKM masih tetap ada.

Salah satunya pengusaha kerajinan tangan berbahan limbah kayu di Bondowoso. Di awal pandemi, tak satu pun karyanya terjual. Tak adanya event pameran ataupun kegiatan ekspor. Semua terhenti.

Seperti pemilik usaha kerajinan tangan, Rosalina. Dia menjelaskan usahanya sudah ditekuni sekitar 20 tahun. Digagas tahun 2000 lalu.

Menurutnya, sebelum menggunakan limbah kayu, kerajinannya menggunakan pelepah pisang. Dibuatnya kap lampu, tempat tisu, dan hiasan ruangan. “Awalnya kami menggunakan kulit telur. Dijadikan hiasan. Kemudian pindah ke tapisnya kelapa. Karena merusak lingkungan jika menggunakan tapis kelapa, kami pindah ke limbah kayu sampai saat ini,” kata alumnus Fakultas Sastra Unej itu.

Rosalina menambahkan, dia bisa membuat kerajinan tangan secara autodidak bersama suaminya. Terlebih, suaminya pandai menggambar. “Saya juga suka seni. Jadi, jalan sampai sekarang. Apa pun bisa menjadi karya. Bahkan akar kayu dan bambu yang tidak dipakai kami jadikan karya yang punya nilai jual,” jelasnya.

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan besar bagi pengusaha UMKM. Tak terkecuali Rosalina. Bahkan, awal pandemi dirinya tidak berjualan juga tidak produksi.  Memang beberapa bulan tidak bisa mengirim ke luar daerah. Tapi saat new normal, untuk Jogja sudah bisa mengirimkan. Apalagi pariwisata mulai menggeliat. Termasuk pemulihan ekonomi. Sehingga UMKM yang terdampak pelan-pelan mulai bangkit.

“Untuk pesanan yang besar memang belum ada. Karena tahun ini kan tidak ada pameran. Biasanya kalau ada pameran ada pesanan,” jelasnya.

Sebagai solusinya, dia memanfaatkan pasar online. Termasuk memanfaatkan media sosial, baik Facebook, Instagram, dan beberapa platform media online yang lain. “Kalau ndak begini ya gak jalan,” pungkasnya.

Editor: Solikhul Huda
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi