Dokumentasi di Museum KA Tak Boleh Sembarangan

HARUS ADA IZIN: Foto di Museum Kereta Api Bondowoso dengan peralatan profesional harus mendapatkan izin unit terkait.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Kini tak boleh sembarangan mengambil dokumentasi di Stasiun Kereta Api (KA). Bahkan, di Museum KA Bondowoso. Para pengunjung yang ingin mengabadikan momen dengan foto ataupun video di dalam museum atau stasiun harus memiliki izin.

Apalagi untuk foto atau video yang dikomersialkan. Sebab, PT KAI memiliki aturannya sendiri. Hal itu dikonfirmasi oleh Sugeng Adriyono, Kepala Stasiun (KS) Bondowoso. “Dokumentasi seperti kegiatan pre-wedding calon pengantin harus memiliki izin. Karena sudah ada SK-nya. Dari Humas Daop 9 atau pengadaan aset,” ujarnya.

Bahkan, di Museum KA Bondowoso, aturan tersebut sudah dipampang. Salah satu poinnya, penumpang atau pengunjung dapat melakukan pengambilan gambar berupa foto atau video di stasiun dengan menggunakan handphone, kamera DSLR, atau mirrorless.

Penumpang atau pengunjung tidak diizinkan mengambil gambar dengan drone atau peralatan kamera profesional. Seperti tripod, lighting, atau alat penunjang lainnya. “Karena itu sudah aturannya dari pusat. Kami hanya menjalankan aturan dari pusat,” ungkap Sugeng kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Para pengunjung yang ingin mengambil foto atau video dengan menggunakan alat profesional, bisa memperoleh izin dari pengusahaan aset. Selain itu, instansi, penelitian, ataupun survei harus mendapat izin unit terkait.

Larangan tidak boleh mengambil foto atau video itu karena area tersebut bukan untuk publik. Seperti ruang loket, ruang kerja, dipo, ruang pengendali, dan pengatur perjalanan kereta api.

Editor: Solikhul Huda
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Dwi Siswanto