Enam Kendaraan Guru Terkena Banjir

Diparkir di Sempol untuk Terima Penghargaan 

SISA BENCANA: Ternyata saat tanah setinggi 1 meter menimpa SDN Sempol 1, ada 6 guru yang kehilangan sepeda motornya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pascabanjir bandang Ijen, 14 Maret 2020, ternyata ada enam guru yang kehilangan sepeda motornya. Mereka adalah para guru di Kecamatan Ijen. Tiga seorang PNS, 3 lagi adalah honorer. Mereka saat itu diundang PGRI Bondowoso untuk menerima penghargaan Relawan Banjir Ijen Periode I. Justru sepeda motornya dihantam banjir.

IKLAN

Ketua PGRI Bondowoso Bambang Sutjipto mengatakan, sebanyak enam guru dinyatakan sebagai Relawan Banjir Ijen (banjir pertama). Tentu pihaknya tak menyangka jika hari itu akan ada banjir bandang banjir kedua. Untuk mempermudah, para guru ini berkumpul di SDN Sempol 1. “Sepeda ditaruh di SDN Sempol 1, lantas mereka berangkat memakai mobil. Rombongan,” ujarnya.

Karena jauh, acara sampai sore hari. Pada hari yang sama, banjir bandang kembali menerjang wilayah Ijen. Alhasil, sepeda motor milik enam guru ini menjadi korban. Sepeda rusak dan tidak bisa dipakai lagi. “Kami berharap ada perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso,” terangnya.

Misalnya dengan meminjam pakai sepeda motor bekas operasional Kepala UPT Pendidikan. Sebab, sejak UPT Pendidikan dihapuskan, sepeda motor operasional ditarik Pemkab Bondowoso. Harapannya, para guru ini minimal mendapat sentuhan tersebut. Apalagi mereka yang statusnya sebagai guru honorer. Mereka benar-benar berjuang mendidik anak-anak di wilayah Ijen.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pengerukan oleh alat berat terus dilakukan. Bahkan hampir selesai. Dua alat berat milik PUPR dan 8 truk yang juga milik PUPR terus bekerja mengeruk timbunan yang berupa pasir.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan